GIRIMU.COM — SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik menggelar kajian Ramadan untuk kelas XI, Rabu (25/2/2026). Kegiatan bertajuk “Menggapai Kemuliaan Bulan Ramadan” ini berlangsung di Masjid Al Mizan Smamio denga narasumber Ustadzah Dra Luluk Dyah Hermiati, guru Al Islam dan Ke-Muhammadiyahan di Smamio.
Dalam meterinya, Ustadzah Luluk menyampaikan poin pembahasan di antaranya, bagaimana mempersiapkan ibadah bulan Ramadan, menerapkan tips beribadah Ramadan, memaknai kemuliaan bulan Ramadan, dan mengisi bulan Ramadan yang bermakna.
“Kemuliaan Ramadan terletak pada kedudukannya sebagai bulan suci penuh berkah, di mana pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan diikat. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran, memiliki lailatul qadar yang lebih baik dari 1.000 bulan, dan waktu pengampunan dosa, serta pelipatgandaan pahala amal ibadah,” ungkap Ustadzah Luluk.
Ia mengajak siswa membaca surat Al Baqarah ayat 185. Selanjutnya juga dijelaskan tentang kewajiban puasa Ramadan, keutamaan bulan tersebut sebagai waktu diturunkannya Al-Quran (sebagai petunjuk dan pembeda hak-batil), serta keringanan (rukhsah) bagi yang sakit atau musafir untuk menggantinya di hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya agar bersyukur.
Ada pula penjelasan hubungan spesial Al-Quran dan Ramadan, yaitu Al-Quran diturunkan di bulan Ramadan, khususnya pada lailatul qadar, menjadikannya bulan termulia. Ramadan adalah waktu diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Ramadan adalah Bulan Al-Quran (Syahrul Qur’an), karena pada bulan ini Al-Quran pertama kali diturunkan.
“Di dalam bulan suci Ramadan ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, yaitu lailatul qadar. Dianjurkan meningatkan ibadah kepada Allah SWT. Karena pada malam itu seluruh doa akan dikabulkan dan seluruh dosa akan diampuni Allah SWT,” ungkapnya.
Ramadan, lanjutnya, merupakan kesempatan emas menghapus dosa kecil masa lalu dan menyucikan jiwa, karena Allah membuka pintu rahmad selebar-lebarnya. Jaminan ampunan juga ada pada bulan ini. Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosa masa lalu”, bukan sekedar ditutupi. Caranya adalah dengan puasa, salat Tarwih, tadarus Al Quran, infak/sedekah, dan i’tikaf adalah cara meraih ampunan-Nya.
“Orang yang merugi adalah yang masuk bulan Ramadan, namun keluar tanpa mendapatkan pengampunan Allah. Karena itu, manfaatkan semaksimal mungkin untuk ber-istighfar, memaafkan sesama dan kembali ke fitrah,” lanjutnya.
Selain itu, tambahnya, ada juga amalan yang penting pula. Berbagi di bulan Ramadan adalah amalan mulia yang sangat dianjurkan. Ia bernilai pahala berlipat ganda, menghapus dosa, dan mempererat solidaritas sosial. (*)







