GIRIMU.COM — Langit mendung yang menyelimuti pada Jumat (16/1/2026) menambah kehangatan langkah santri dan jamaah menuju Masjid At Tanwir, Gresik. Sejak pagi, santri TPQ At Tanwir bersama wali santri, pengurus TPQ, ibu-ibu Aisyiyah Ranting 4, serta bapak-bapak Muhammadiyah Ranting 4 GKB memadati masjid untuk memperingati Isra’ Mi’raj 1447 H.
Peringatan tahun ini mengangkat tema momentum muhasabah diri dalam menjalankan perintah sholat, ibadah utama yang menjadi hadiah agung bagi umat Islam.
Rangkaian acara berlangsung khidmat sekaligus ceria. Beragam penampilan santri digelar dengan penuh percaya diri, mulai dari tilawah Surat Al-Isra oleh Jihan dan Seza, tepuk wudhu yang enerjik, hafalan surat-surat pendek santri jilid 1–3, juga lantunan Surat Ad-Dhuha oleh santri jilid 4–5, hingga pemberian apresiasi bagi para pemenang lomba Semarak Isra Mikraj. Masjid At Tanwir di Jalan Wahidin Sudirohusodo GG 28 Baru Blok G No. 11 Gresik pun terasa hidup sebagai ruang belajar dan tumbuh bersama.
Kepala TPQ At Tanwir, Ustadzah Hidayatul Umroh, AMa, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk melatih keberanian santri sekaligus menguatkan kecintaan mereka pada ilmu agama.
“Melalui lomba dan penampilan, santri memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan yang telah mereka pelajari di TPQ,” tuturnya, seraya menambahkan, kehadiran Kak Ari dan Paijo diharapkan mampu memotivasi santri agar semakin semangat sholat dan mengaji.
Puncak acara pun tiba. Kak Ari tampil khas dengan balutan batik cokelat hitam dan blankon Jawa, serasi dengan Paijo, boneka lucu bersurjan lurik hitam cokelat. Dengan senandung lagu Isra’ Mi’raj dan ice breaking Islami, kisah agung perjalanan Nabi Muhammad SAW disampaikan secara ringan, komunikatif, dan penuh makna.
Kak Ari mengisahkan perjalanan Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sejauh 1.233 kilometer, dilanjutkan peristiwa pembersihan hati Rasulullah SAW, hingga perjalanan Mi’raj menembus langit pertama sampai ketujuh. Puncak kisahnya adalah saat Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat fardhu langsung dari Allah SWT, sebuah perintah istimewa yang menjadi tiang agama. Kisah ditutup dengan gambaran surga dan neraka sebagai pengingat penuh cinta bagi umat manusia.
Tak berhenti pada cerita, Kak Ari mengajak santri melakukan muhasabah sholat melalui trik edukatif “buku ajaib” dan “tinta kemalasan”. Santri nampak terpana saat halaman buku berubah dari kosong, hitam-putih, hingga berwarna, sebuah simbol, bahwa sholat menjadikan hidup lebih bermakna. Trik tinta kemalasan yang “hilang terbakar” menguatkan pesan bahwa rasa malas sholat harus dilawan dengan tekad dan kesadaran.
Tawa dan senyum bahagia menghiasi wajah santri. Jihan, salah satu santri, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Ceritanya seru, Kak Ari dan Paijo lucu,” ujarnya polos.
Kemeriahan semakin terasa dengan adanya doorprize bagi santri yang mampu menjawab pertanyaan spontan. Kebahagiaan serupa juga tampak dari para wali santri dan jamaah yang hadir.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) 4 GKB, Aries Kurniawan, SE, MHum, menyampaikan, bahwa kegiatan berkisah menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai Isra’ Mi’raj.
“Kami ingin anak-anak dan wali santri memahami pentingnya peristiwa Isra’ Mik’raj sekaligus semakin dekat dengan masjid,” ungkapnya.
Ia berharap keakraban yang terbangun dalam kegiatan ini berlanjut pada kebiasaan beribadah rutin di Masjid At Tanwir. Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, TPQ At Tanwir tidak hanya menghadirkan kisah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran: bahwa sholat adalah perjumpaan istimewa antara hamba dan Tuhannya. Dari cerita yang hangat dan menyenangkan, diharapkan lahir generasi yang menjaga sholatnya dengan cinta dan kesadaran, setiap hari, sepanjang hayat. (*)
Kontributor: M. Nor Qomari
