KB–TK ABA 49 Griya Kencana Simulasi Salat Id di SD Mudri

Reporter: Elisyah Susanty

banner 468x60

Girimu.com – Suasana penuh semangat tampak di halaman SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) saat ratusan siswa mengikuti kegiatan simulasi salat Idulfitri, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini melibatkan siswa dari KB–TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 49 Griya Kencana yang hadir untuk belajar sekaligus mempraktikkan tata cara salat Idulfitri secara langsung bersama siswa sekolah dasar.
Simulasi ini menjadi bagian dari pembelajaran keagamaan yang bertujuan mengenalkan ibadah salat Idulfitri kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan pendampingan guru dan ustaz, siswa diajak memahami urutan pelaksanaan salat, mulai dari niat, takbiratul ihram, takbir tambahan, hingga rangkaian gerakan salat.
Sejak pukul 06.30 WIB, para siswa KB–TK ABA 49 Griya Kencana telah berkumpul di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Raya Pancawarna 11C AU 18–19, Kota Baru Driyorejo. Mereka mengenakan pakaian muslim dan muslimah bernuansa putih.
Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi yang dipandu para guru dan ustaz pendamping. Meski masih berusia dini, mereka berusaha menirukan gerakan salat dengan tertib dan penuh semangat.
Menariknya, jarak lebih dari delapan kilometer antara sekolah KB–TK ABA 49 Griya Kencana dengan SD Mudri tidak mengurangi semangat para orang tua untuk mengantar anak-anak mereka mengikuti kegiatan tersebut.
Para siswa perempuan yang mengenakan mukena warna-warni terlihat lucu dan menggemaskan di antara ratusan siswa SD Mudri yang telah bersiap di saf masing-masing. Sementara siswa laki-laki mengenakan baju koko lengkap dengan kopiah dan sajadah.
Kepala sekolah KB–TK ABA 49 Griya Kencana menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik agar anak-anak tidak hanya memahami teori ibadah di kelas, tetapi juga merasakan langsung suasana pelaksanaan salat Idulfitri.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan bagaimana suasana salat Idulfitri yang biasanya dilaksanakan di lapangan atau tempat terbuka. Harapannya mereka lebih siap dan memahami tata cara ibadah tersebut saat merayakan Idulfitri bersama keluarga,” ujarnya.
Selain melatih pemahaman ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan kepada para siswa. Dengan mengikuti simulasi bersama ratusan siswa lainnya, anak-anak belajar tertib dalam barisan, mendengarkan arahan, serta menjaga kekhusyukan saat beribadah.
Para guru yang mengenakan dresscode bernuansa putih juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengenalkan makna Idulfitri kepada anak-anak, yakni sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan serta momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.
Salah satu wali murid, Andasari Mujihati, orang tua dari Elshanum Menik Ayudisa, siswa kelas TK A, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah senang ada kegiatan nyata seperti ini, anak-anak bisa praktik langsung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk bersilaturahmi.
“Karena kegiatannya sebentar, kami juga bisa bersilaturahmi dengan wali murid lainnya sambil menunggu anak-anak selesai berkegiatan,” imbuhnya.
Kegiatan simulasi salat Idulfitri berlangsung lancar dan penuh keceriaan. Anak-anak terlihat senang karena dapat belajar langsung di lingkungan sekolah dasar yang lebih luas sekaligus mendapatkan pengalaman baru.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tertanam sejak dini sehingga para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.

Editor