Kegiatan Keputrian Spemdalas Hadirkan Dua Siswi SMAMIO sebagai Pemateri

GIRIMU.COM — Kegiatan Keputrian di SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik menghadirkan dua siswi +SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) Gresik sebagai pemateri. Berlangsung di ruang CAC1 Spemdalas, Jumat (30/1/2025) keduanya menekankan pentingnya menjadi putri yang berbakti kepada orang tua dan guru.

Pemateri spesial dari SMAMIO dimaksud adalah Aisyah Dewi, siswi kelas XI 6 dan Ersya Risqiyah, kelas X E6. Mereka menjelaskan dengan penuh sabar kepada para siswi kelas 9 tentang kepatuhan dan berbakti kepada kedua orang tua dan guru. Aisyah meyampaikan, bahwa setiap siswa yang jhadir dalam kegiatan tersebut adalah anak di rumah dan murid di sekolah.

”Orang tua adalah orang yang sangat berjasa bagi kita, sedangkan guru adalah sosok orang tua di sekolah yang membimbing kita dan mengajari kita banyak hal berharga agar kita menjadi pribadi yang berilmu dan berkakhlak yang baik. Nah adik-adik, secara bahasa, bakti adalah tunduk, patuh, hormat dan berbuat baik dengan penuh kesungguhan. Dan secara istilah, menjadi putri yang berbakti kepada orang tua dan guru adalah sikap yang diwujudkan melalui ketaatan, penghormatan, kesopanan, dalam menjalankan nasihat dari arahan orang tua dan guru,” jelasnya.

Untuk menjadi anak yang ingin berbakti kepada kedua orang tua dan guru, lanjutnya, dimulai dari perubahan kecil dalam diri sendiri untuk senantiasa menanamkan niat dan rasa untuk bersikap patuh, serta menunjukkan sikap yang baik, sebagaimana mereka yang terus menuntun dan mengarahkan bisa menjadi anak yang sholihah.

Ersya juga menjelaskan, bahwa sikap bakti kepada orang tua dan guru juga terdapat dalam Al Quran.

”Nah, ada dalil yang menyampaikan, bahwa kita harus berbakti loh kepada orang tua dan guru, yaitu terdapat di dalam Quran Surat Al Isra’ Ayat 23, yang artinya: ‘Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik’,” jelasnya.

Selain itu, ada juga dalil yang mengharuskan berbakti kepada guru atau orang yang berilmu, yaitu di dalam QS Al Mujadalah Ayat 11.

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan,” tambahnya.

Ia lalu menyampaikan tips dan contoh nyata yang bisa dilakukan agar menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan guru di sekolah. Tips yang ia maksud, di antaranya, hendaknya mendengarkan nasihat dengan baik, melaksanakan perintah tanpa membantah, menunjukkan sikap patuh dan sopan, duduk tertib saat pelajaran. Selain itu, juga tidak berbicara sendiri di kelas dan bertanya dengan sopan jika belum paham terhadap suatu masalah.

“Berbakti kepada orang tua dan guru dapat dilakukan melalui sikap sederhana, seperti patuh, sopan, dan menghargai. Sikap ini membawa kebaikan, keberkahan, dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.  (*)

Kontributor: Lely Badriyah

Author