Kepala TK ABA 42 GBA Gresik Raih Gelar Magister, Teliti Pembelajaran Berkebun untuk Tingkatkan Motorik Kasar Anak

Reporter: ‎Elisyah Susanty

Berita Sekolah34 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com – Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 42 Graha Bunder Asri (GBA) Gresik, Ifa Faridah, S.Pd., resmi meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) setelah berhasil mempertahankan tesis tentang pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui kolaborasi Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning dan Gardening Activity. Penelitian tersebut dipertahankan dalam sidang tesis di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 23 Juni 2026 dan diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan pembelajaran inovatif di satuan pendidikan anak usia dini.

Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 42 Graha Bunder Asri (GBA) Gresik, Ifa Faridah, S.Pd., resmi menyandang gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) setelah sukses mempertahankan tesisnya dalam sidang tesis yang berlangsung pada 23 Juni 2026 pukul 10.00–11.00 WIB di Ruang 005.01.04 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Sidang berlangsung lancar di hadapan tim penguji yang memberikan berbagai masukan konstruktif terhadap hasil penelitian yang diangkat. Keberhasilan tersebut menjadi capaian akademik sekaligus kontribusi bagi pengembangan inovasi pembelajaran pada pendidikan anak usia dini.

Dalam sidang tersebut, Ifa Faridah mempresentasikan tesis berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Deep Learning dan Gardening Activity terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5–6 Tahun.”

Penelitian itu dibimbing oleh Dr. Mallevi Agustin Ningrum, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Sri Setyowati, M.Pd. Adapun tim penguji terdiri atas Dr. Ruqoyyah Fitri, S.Ag., M.Pd., Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., serta Dr. Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd.

Melalui penelitiannya, Ifa Faridah mengangkat pentingnya pengembangan motorik kasar sebagai fondasi tumbuh kembang anak usia dini. Penelitian tersebut berangkat dari hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan.”

Menurutnya, nilai tersebut menjadi landasan filosofis bahwa anak perlu memperoleh stimulasi fisik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berdaya.

Penelitian ini mengintegrasikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning dengan Gardening Activity sebagai media pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan tersebut, anak diajak mengenali persoalan nyata di sekitarnya, salah satunya kondisi Kabupaten Gresik yang dikenal memiliki cuaca panas, tingkat polusi, serta masih memerlukan lebih banyak ruang hijau.

Berangkat dari kondisi tersebut, peserta didik diajak mencari solusi sederhana melalui kegiatan berkebun yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Ifa Faridah menjelaskan bahwa Gardening Activity tidak hanya memberikan pengalaman belajar secara langsung, tetapi juga mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar anak melalui aktivitas menggali tanah, menanam, menyiram tanaman, membawa peralatan berkebun, hingga merawat tanaman. Selain itu, kegiatan tersebut turut menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas sebagai bagian dari pembelajaran berbasis Deep Learning.

“Kami memanfaatkan lahan sekolah untuk menjadi Gardening Activity yang kebetulan sudah tersedia di area sekolah, sehingga kegiatan motorik kasar anak tidak hanya terkesan konvensional, seperti berlari dan melompat saja,” ujarnya saat diwawancarai GIRIMU.COM, Ahad (5/7/2026).

Ia menambahkan, pembelajaran dikemas melalui perpaduan Problem Based Learning, Deep Learning, dan suasana outbound, baik di lapangan maupun di kebun sekolah.

“Kami memberikan treatment kepada siswa dengan memadukan PBL dan Deep Learning menggunakan suasana outbound, baik di lapangan maupun di kebun sekolah. Hasilnya terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak,” imbuhnya.

Keberhasilan mempertahankan tesis tersebut mengantarkan Ifa Faridah resmi menyandang gelar Magister Pendidikan (M.Pd.). Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi para pendidik PAUD dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan bermakna.

Menurutnya, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar tidak hanya mampu mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak, tetapi juga mendukung tumbuhnya budaya penghijauan sejak usia dini di Kabupaten Gresik.

Editor