Sebuah sesi inspiratif di kelas 7 Discipline berhasil menyuntikkan semangat baru bagi para siswa. Bukan sekadar materi pelajaran biasa, kali ini kurikulum harian dibungkus apik dengan wejangan langsung dari seorang penegak hukum yang juga merupakan wali murid. Adalah Bripka Jepry Rasup Timor, ayah dari Siena Fauziah Ghasani Timor, yang berbagi resep ampuh menjaga keamanan, kedisiplinan, hingga etika bermedia sosial.
Materi yang disampaikan Bripka Jepry dikemas interaktif, jauh dari kesan kaku. Dengan presentasi, diskusi, dan yel-yel kelompok, suasana kelas berubah jadi arena pembelajaran yang hidup dan menyenangkan. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing dengan yel-yel khasnya. “Siapa kamu?” tanya narasumber memancing semangat. Serentak, jawaban “Anak Sehat”, “Anak Kuat”, dan “Anak Sukses” menggema, mengisi ruang kelas dengan optimisme.
Tiga siswa berkesempatan maju ke depan kelas, membeberkan cita-cita serta upaya yang telah mereka tempuh. Nararya Esthi Pangayuh, Reza Nabhan Narendra, dan Syafira Nazwa Firzani dengan lugas menyampaikan ambisi mereka, menjadi cermin bagi teman-teman sekelas untuk berani bermimpi.
Fihalisa Mughi Tri Alya, wali kelas 7 Discipline, tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. “Senang sekali melihat kegiatan hari ini berjalan mulus dan tertib. Suasana kelas yang seru dan penuh inspirasi membuat anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang tak terlupakan,” ujarnya, menggarisbawahi suksesnya program tersebut.
Menurut Fihalisa, kegiatan OTM ini adalah arena belajar nyata. Siswa bisa langsung menyerap ilmu dari anggota kepolisian tentang betapa vitalnya disiplin dan menjaga keamanan demi masa depan yang lebih tertib. “Momen ini juga memotivasi siswa agar selalu bangga berbuat baik dan taat aturan,” tambahnya, memperkuat pesan moral yang ingin ditanamkan.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter siswa. “Kehadiran orang tua dengan beragam profesi memberikan gambaran nyata terkait cita-cita yang diimpikan siswa. Anak-anak menjadi lebih termotivasi dan merasa didukung,” jelasnya, menyoroti dampak positif dari sinergi ini.
Antusiasme siswa tampak meningkat seiring berjalannya waktu. Kecanggungan di awal perlahan luntur, berganti dengan suasana yang lebih hangat dan ceria. “Kebetulan orang tua memberikan apresiasi untuk semua siswa sehingga semangat mereka lebih tinggi lagi selama kegiatan,” tutur Fihalisa, mengungkap salah satu pendorong semangat siswa.
Lebih dari sekadar wawasan keamanan dan kedisiplinan, kegiatan ini juga memupuk rasa percaya diri serta keberanian siswa untuk menyampaikan gagasan di depan umum. “Semoga anak-anak selalu mengingat apa yang telah disampaikan, terlebih dalam hal kedisiplinan, karena hal tersebut menjadi sumber penting di masa depan mereka,” pungkas Fihalisa, menutup sesi dengan harapan besar.
