GIRIMU.COM — Ustadz Abdul Rojak, SPd, MPdI menjadi khotib salat Jumat pertama bulan Syawal 1447 H di Masjid At-Taqwa Giri Komplek Perguruan Muhammadiyah Kebomas, Jumat (20/3/2026). Ia menyampaikan tema “Melindungi Generasi Emas dari Jeratan Gadget dan Aplikasi Sosmed” pada khutbahnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Gresik ini mengungkapkan data dari sebuah penelitian seputar mengatasi anak kecanduan gadget menjadi tantangan serius bagi banyak keluarga. Faktanya, kata Rojak, penggunaan perangkat digital secara berlebihan oleh anak-anak kini mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, memengaruhi perkembangan mereka secara menyeluruh.
Artikel ini menyajikan panduan komprehensif serta langkah-langkah konkret yang dapat orang tua terapkan untuk membantu anak lepas dari jeratan layar. Lebih dari itu, menurutnya, kecanduan gadget bukan sekadar masalah perilaku, melainkan juga isu kesehatan mental dan fisik yang memerlukan perhatian serius.
“Jadi, memahami akar masalah dan menemukan solusi yang tepat menjadi sangat penting,” katanya.
Ustadz Rojak mengungkapkan, kecanduan gadget pada anak-anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru 2026 menunjukkan, bahwa rata-rata anak usia 6-12 tahun menghabiskan lebih dari 4 jam sehari di depan layar gadget, jauh melampaui rekomendasi ahli kesehatan anak. Akibatnya, banyak dampak negatif yang muncul, mulai dari masalah kesehatan fisik hingga gangguan perkembangan sosial dan emosional.
Selain itu, katanya, pemerintah Indonesia, melalui berbagai kementerian, mendorong program edukasi literasi digital sejak dini. Meskipun demikian, pengawasan orang tua tetap menjadi kunci utama.
Dijelaskan, dampak negatif akibat penggunaan gadget dan aplikasi sosial media di antaranya:
– Kesehatan Fisik: Meningkatkan risiko obesitas, gangguan penglihatan (computer vision syndrome), nyeri leher dan punggung, serta masalah tidur.
– Kesehatan Mental & Emosional: Meningkatkan kecemasan, depresi, iritabilitas, kesulitan mengelola emosi, dan penurunan rasa empati.
– Perkembangan Sosial : Menurunkan kemampuan interaksi sosial secara langsung, isolasi diri, dan kesulitan membangun hubungan pertemanan.
– Akademik & Kognitif : Penurunan konsentrasi, kesulitan belajar, performa akademik yang menurun, serta gangguan pada perkembangan bahasa dan motorik halus.
“Dan yang harus kita perhatian serius, dampak ini dapat bersifat jangka panjang jika tidak segera orang tua atasi,” tandasnya.
Ustadz Rojak kemudian mengutip Al-Quran Surat At-Tahrim ayat 6:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Allah, Ustadz Rojak pun memberikan yang mesti dilakukan orang tua kepada putra-putri mereka.
“Yang pertama, penguatan akidah, lalu berikan keteladanan, berikan pendidikan literasi digital dan yang paling penting adalah doa orang tua untuk anak. Alasan utama kita melakukan semua ini, karena mereka adalah generasi emas yang akan melantunkan doa-doa untuk orang tua dan menuntun langkah kita ke surga-Nya,” pungkasnya. (*)
