Kisah Bilal Getarkan Hati Siswa SD Muhammadiyah Sidayu

Reporter: Ria Rizaniyah.

GIRIMU.COM — Suasana penuh semangat dan haru terasa dalam kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) yang digelar SD Muhammadiyah Sidayu, Gresik pada Sabtu (14/3/2026). Sebanyak 92 siswa kelas V dan VI mengikuti kegiatan berkisah bersama Kak Ari dan Paijo yang menghadirkan kisah inspiratif berjudul: Bilal… Suara yang Menggetarkan Langit.

Kegiatan berkisah tersebut dibawakan oleh Kak Ari, guru SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, bersama tokoh boneka Paijo yang membuat suasana cerita menjadi lebih hidup dan menarik bagi para siswa. Melalui gaya bercerita yang interaktif ini, Kak Ari mengajak para siswa mengenal keteladanan Bilal bin Rabah, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena keteguhan imannya.

Dalam kisah tersebut diceritakan, bagaimana Bilal tetap mempertahankan tauhid kepada Allah meskipun mengalami siksaan berat dari kaum Quraisy. Di tengah terik padang pasir, dengan batu besar diletakkan di dadanya, Bilal tetap mengucapkan kalimat yang menggema sepanjang sejarah, “Ahad… Ahad…,” sebagai bentuk keyakinannya, bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan.

Ari juga menceritakan perjalanan Bilal yang kemudian menjadi muadzin Rasulullah SAW di Madinah. Suara adzan Bilal dikenal merdu dan selalu menggetarkan hati kaum muslimin yang mendengarnya.

Bagian kisah yang paling menyentuh adalah saat Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul Awal 11 Hijriah. Kehilangan sosok yang sangat dicintainya, membuat Bilal tidak sanggup lagi tinggal di Madinah, hingga akhirnya ia memilih pergi ke Syam. Namun suatu ketika Bilal bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang seolah memanggilnya.

“Kerinduan itu membuat Bilal kembali ke Madinah untuk berziarah ke makam Nabi. Saat diminta mengumandangkan adzan di Masjid Nabawi, masyarakat Madinah berbondong-bondong datang memenuhi panggilan tersebut,” kisah Kak Ari.

Kisah semakin mengharukan ketika Bilal sampai pada kalimat “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Ia tidak mampu melanjutkan adzan, karena teringat betapa besar cintanya kepada Rasulullah SAW. Bilal pun menangis tersedu-sedu hingga suasana menjadi sangat emosional.

Tidak hanya kisah Bilal, Kak Ari juga mengenalkan sosok sahabat Nabi lainnya, yaitu Abdullah bin Mas’ud. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi yang bertubuh kecil, namun memiliki kedudukan mulia. Abdullah bin Mas’ud termasuk Assabiqunal Awwalun, yaitu orang-orang yang pertama kali memeluk Islam, serta dikenal sebagai salah satu ahli Al-Quran di kalangan sahabat.

Dijelaskan, bahwa sebelum masuk Islam, Abdullah bin Mas’ud adalah seorang penggembala yang dikenal jujur. Keberaniannya dalam membela kebenaran terlihat ketika ia menjadi orang pertama yang melantunkan Al-Quran secara terang-terangan di depan kaum Quraisy di sekitar Ka’bah dengan membaca Surah Ar-Rahman.

“Kisah Bilal dan Abdullah bin Mas’ud mengajarkan bahwa iman lebih berharga dari apa pun. Keteguhan dalam mempertahankan tauhid, keberanian menyampaikan kebenaran, serta cinta kepada Rasulullah adalah teladan besar bagi kita semua,” ujarnya.

Kegiatan berkisah ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka nampak fokus menyimak cerita, bahkan beberapa terlihat larut dalam suasana haru saat bagian akhir kisah disampaikan.

Athira Haura Nabila, siswa kelas V yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku sangat terkesan dengan kisah yang disampaikan.

“Saya jadi tahu bagaimana perjuangan para sahabat Nabi dalam mempertahankan iman. Kisah Bilal membuat saya terharu, apalagi saat beliau tidak kuat melanjutkan adzan karena sangat mencintai Rasulullah,” ungkapnya. (*)

 

Editor