Gemuruh ombak dan kokohnya kapal perang TNI Angkatan Laut menyambut siswa-siswi SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) di Markas Komando Armada (Koarmada) Surabaya pada Kamis, 16 Juli 2026. Bukan sekadar rekreasi, kunjungan ini adalah bagian dari Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) hari keempat yang dirancang khusus untuk menanamkan karakter disiplin, wawasan kebangsaan, hingga semangat bahari langsung dari jantung pertahanan maritim Indonesia.
Rangkaian acara dibuka dengan upacara yang dipimpin Kepala Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut, Andi Susanto. Ia menyematkan tanda peserta pelatihan MPLS kepada tiga perwakilan siswa, sekaligus menyampaikan pesan penting.
“Selamat mengikuti MPLS dengan penuh semangat. Semoga kegiatan di Koarmada Surabaya ini menumbuhkan kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air. Jadilah generasi muda yang berkarakter dan membanggakan bangsa,” ujar Andi, memotivasi.
Usai upacara, peserta dibagi menjadi tiga kompi. Di bawah bimbingan para komandan, mereka diajak menguasai Peraturan Baris-Berbaris (PBB), melatih kekompakan, kedisiplinan, serta tanggung jawab tim. Selanjutnya, wawasan kebangsaan dan leadership menjadi menu berikutnya, membakar semangat cinta tanah air dan pentingnya persatuan sebagai generasi penerus.
Pembelajaran tak hanya di dalam ruangan. Para siswa diajak menyelami sejarah di Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) dan menyaksikan denyut aktivitas Koarmada Surabaya. Pemandangan kapal-kapal bersandar dan beberapa Kapal Republik Indonesia (KRI) yang hilir mudik di perairan, sontak mencuri perhatian.
Puncak antusiasme terjadi saat mereka diberi kesempatan memasuki salah satu KRI. Dari dalam, siswa dapat melihat langsung tata ruang, fasilitas, hingga seluk-beluk kapal perang. Para prajurit dengan sabar menjelaskan cara pengoperasian, perawatan, sampai fungsi persenjataan canggih yang melindungi kedaulatan laut Indonesia.
Pengalaman berharga di Koarmada Surabaya ini ditutup dengan upacara. Siswa Spemdalas tak hanya pulang dengan pengetahuan baru tentang kemaritiman, namun juga bekal disiplin, nasionalisme, dan jiwa kepemimpinan yang diharapkan tumbuh sejak dini.
