Upaya mengubah lahan kosong menjadi ruang hijau produktif terus digencarkan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Terbaru, program tersebut melibatkan siswa SMK Muhammadiyah (SMKM) 5 Gresik dalam kegiatan penanaman tanaman hortikultura di area taman belakang kantor cabang dinas.
Kegiatan ini tidak sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Berbagai jenis tanaman sayuran seperti cabai, tomat, dan terong mulai ditanam sebagai bagian dari praktik lapangan.
Sejak tahap awal, siswa tampak aktif mengolah lahan yang telah disiapkan. Mereka bekerja dalam kelompok untuk membersihkan area, meratakan tanah, hingga menyiapkan media tanam sebelum proses penanaman dilakukan.
Pendampingan dari guru dan pihak cabang dinas turut memastikan kegiatan berjalan optimal. Guru pendamping, Farah Irsalina, menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak didapatkan di dalam kelas.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik di lapangan. Mereka memahami proses dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman. Ini menjadi bekal penting untuk dunia kerja maupun wirausaha,” ujarnya.
Program kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan taman yang tidak hanya asri, tetapi juga produktif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kemandirian serta jiwa kewirausahaan siswa di bidang pertanian modern.
Ke depan, taman tersebut dirancang menjadi contoh praktik pemanfaatan lahan sempit yang efektif. Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh sekolah maupun instansi lain di wilayah Gresik.








