GIRIMU.COM — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik, menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) pada Selasa (16/12/2025). Kegiatan tahunan tersebut berlangsung di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Pantenan dan diikuti seluruh siswa MTs Muhammadiyah 7 Pantenan serta dewan guru.
Musyran dimulai pukul 07.00 WIB setelah apel pagi bersama. Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi kader IPM untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat nilai-nilai demokrasi di lingkungan madrasah.
Sebanyak 18 siswa ditetapkan sebagai kandidat pengurus IPM periode berikutnya. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara (voting) secara langsung oleh siswa. Proses ini menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang nyata. Setiap siswa memiliki hak yang sama dalam menentukan arah kepemimpinan IPM ke depan.
Kepala MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Muhammad Tauhid, menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan integritas dan kemampuan, bukan semata faktor penampilan atau materi. Ia mengajak seluruh siswa menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan.
“Silakan memilih calon yang benar-benar mampu membawa IPM menjadi lebih baik. Jangan melihat tampang, kecantikan, atau karena banyak uangnya. Pilihlah yang punya komitmen dan tanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, organisasi IPM akan terus berkembang apabila diisi oleh pelajar yang aktif, kreatif, dan memiliki semangat bermusyawarah. Ia bahkan mengaku senang apabila IPM sering mengadakan rapat dan kegiatan, karena hal tersebut menandakan adanya pergerakan organisasi.
“Saya justru lebih senang kalau IPM banyak rapat dan banyak kegiatan. Dari rapat-rapat itulah akan muncul ide dan gagasan baru untuk memajukan IPM ke depan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Miftakhul Huda. Ia menegaskan, bahwa Musyran bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan proses pembelajaran karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diajak belajar bertanggung jawab, mengemban amanah, serta menghargai perbedaan pendapat.
“Pemilihan ini bukan hanya soal pergantian jabatan atau kekuasaan. Ini adalah momentum bagi anak-anak untuk belajar berdemokrasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh siswa dapat menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan harus disikapi dengan sikap ikhlas serta saling menghargai.
“Siapa pun yang terpilih nanti, terimalah dengan ikhlas. Yang menjadi pengurus, jadilah pemimpin yang jujur dan rendah hati. Perbedaan pendapat itu wajar, yang terpenting IPM bisa berjalan lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPM periode sebelumnya, Ahmad Nail Elfath, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus serta siswa yang telah menjadi bagian dari perjalanan IPM selama satu periode terakhir. Ia berharap kepengurusan yang terpilih dapat melanjutkan program-program positif dan membawa IPM semakin maju.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan atas dukungan dan kerja samanya. Semoga IPM ke depan bisa dibawa menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat,” katanya.
Rangkaian kegiatan Musyawarah Ranting berlangsung tertib dan lancar. Mulai dari pembukaan, penyampaian sambutan, pemungutan suara, hingga penghitungan suara, seluruh proses diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa. Musyran ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pelajar Muhammadiyah yang berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (*)
Kontributor: M. Daus Kholis A.F.
