GIRIMU.COM — Manfaat puasa dalam perspektif kesehatan menjadi tema pengajian rutin Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB, Gresik, Ahad (25/1/2026).
Sejak pukul 08.00 peserta pengajian dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) I sampai V PCA GKB telah hadir di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik. Mereka nampak antusias untuk mengikuti pengajian untuk menyongsong bulan Ramadan yang sudah di depan mata.
Tak berselang lama, hadir pemateri dari Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, dr Farida Nur ‘Aini, SpPK, FISqua. Mengawali pemaparannya, Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) ini menyampaikan dalil pelaksanaan puasa.
“Ibu-ibu tentu sudah hafal ya dalil pelaksanaan puasa Ramadan, yaitu Surat Al Baqarah ayat 184 dan 185. Dari ayat tersebut, disampaikan, bahwa puasa adalah perintah untuk orang yang beriman akan menumbuhkan kondisi bertakwa,” ujarnya.
Takwa, katanya, menjadi finalisasi dari ibadah puasa. Hal ini karena setiap manusia pasti memiliki masalah. Nah, untuk menyelesaikan masalah tersebut, tidak akan bisa jika hanya mengandalkan kemampuan logika atau kemampuan diri.
“Dengan takwa, pertolongan Allah SWT akan menyertai,” tambahnya.
Penjelasan kemudian mengalir tentang puasa sehat. Dijelaskan, puasa sehat adalah puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, puasa sudah ditentukan regulasinya dalam Al-Quran dan hadist.
“Untuk itu, kita perlu mempelajari beberapa poin yang dicontohkan Rasullullah SAW ketika berpuasa,” lanjutnya.
Pertama, berniat sejak malam hari. Niat ini akan membawa pengaruh dan efek psikologis selama menjalankan puasa. Kedua, mengakhirkan sahur. Sahur memang bernilai sunnah, namun ada berkah di dalamnya. Berkah berarti kebaikan. Mengakhirkan sahur perlu dilakukan untuk menguatkan badan.
Selanjutnya, menyegerakan berbuka puasa jika sudah masuk waktu berbuka.
“Usahakan makan secara bertahap, sehingga lambung dapat menyesuaikan. Sebaiknya makan pembuka terlebih dahulu. Kita kenal dengan takjil. Setelah itu tunggu beberapa waktu, kemudian dilanjutkan makan dengan porsi yang cukup,” jelasnya.
Yang terakhir, keempat adalah berdoa sebelum berbuka puasa. “Rasulullah sudah mengajarkan doa berbuka puasa. Dan doa ini adalah merupakan salah satu kondisi terbaik karena kita sedang berpuasa,” tambahnya.
Puasa untuk Kesehatan
Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Direktur RSMG, dr Farida Nur ‘Aini terkait hubungan puasa dengab kesehatan.
“Sesuai dengan kajian media, puasa lebih dari 6 jam akan melepaskan lebih banyak Human Growth Hormon (HGP),” ujarnya.
Adanya hormon, katanya, HGP akan membakar lemak sehingga dapat menurunkan berat badan. HGH juga dapat mengurangi inflamasi dan peradangan dalam tubuh sehingga respon imun lebih meningkat. Selanjutnya HGH juga juga dapat menyingkirkan dan menggantikan komponen sel yang rusak dan tidak terpakai.
“Yang penting dicatat adalah ketika berpuasa harus memperbanyak makan yang berserat agar mempermudah sistem ekspresi,” tandasnya.
Berikutnya adalah ada peningkatan level protein yang disebut Brain Derived Neutotrophic Factor (BDNF) yang dapat mencegah demensia, alzaimer, serta menjaga kesehatan otak.
“Ketika puasa, kita diminta untuk menahan marah. Dengan demikian irama dan detak jantung dapat stabil dan terjaga,” katanya.
Puasa juga terbukti dapat menstabilkan kortisol untuk mengurangi stres. Selain itu juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini pada gilirannya dapat menstabilkan gula darah.
Puasa juga dapat mengaktifkan detoksifikasi. Hal ini akan membuat organ-organ tubuh kita akan beristirahat.
“Ibaratkan jika tubuh kita ini mesin, ketika ada makanan masuk, semua organ tubuh akan bekerja untuk mengolahnya. Puasa membuat organ rubuh seperti lambung, usus, pankreas, liver dapat beristirahat. Dengan demikian, akan membantu organ tubuh tersebut bekerja lebih baik,” katanya.
Manfaat berikutnya adalah penurunan glukosa. Jika tidak berpuasa, energi diperoleh dari glukosa yang ada dalam tubuh. Ketika sedang puasa, kadar glukosa menurun, sehingga energi diambil dari keton sehingga lemak tubuh berkurang.
“Jadi, jika ibu-ibu ingin menurunkan berat badan, saya sarankan tidak perlu ikut perawatan dengan biaya yang cukup tinggi. Ibu-ibu silakan perbanyak puasa sunnah. Insya Allah ibu-ibu akan terjaga kesehatannya serta mendapatkan bonus berat badan yang seimbang,” pungkasnya. (*)
Kontributor: Fitri Wulandari



