Maraknya Anak Kecanduan Gawai, Mahasiswa UMG Gelar Talkshow Parenting di Mojokerto

Kabar5 Dilihat

Di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini, kekhawatiran para orang tua terhadap dampaknya kian menguat. Menjawab fenomena tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar talkshow Parenting Education bagi wali murid TK Setia Kawan di Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini digagas sebagai respons atas maraknya penggunaan telepon genggam secara berlebihan pada anak-anak. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak anak yang bermain gawai tanpa batasan waktu hingga mengabaikan aktivitas belajar dan interaksi sosial secara langsung.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan mata, keterlambatan perkembangan bicara (speech delay), penurunan konsentrasi, hingga kecenderungan kecanduan perangkat digital. Permasalahan ini menjadi perhatian serius karena memengaruhi tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik dari sisi kognitif, sosial, maupun emosional.

Talkshow menghadirkan Asti Candrasasi Catur Putri, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama sekaligus pendamping mahasiswa dalam kegiatan pengabdian. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci utama dalam mengendalikan penggunaan gawai pada anak.

“Anak usia dini belum memiliki kontrol diri yang kuat. Karena itu, orang tua harus hadir, menetapkan batasan waktu, dan memberi alternatif aktivitas yang lebih edukatif dan interaktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang hangat dan keterlibatan aktif orang tua dapat mencegah anak menjadikan gawai sebagai satu-satunya sumber hiburan.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para wali murid berbagi pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak di rumah, mulai dari kesulitan membatasi waktu layar hingga menghadapi tantrum saat gawai diambil.

Melalui dialog tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi pengasuhan yang adaptif di era digital. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendampingan dan pengawasan penggunaan teknologi pada anak usia dini.

Mahasiswa UMG menilai talkshow ini sebagai langkah preventif untuk membangun lingkungan keluarga yang lebih sehat dan suportif. Dengan pola asuh yang tepat, anak diharapkan tumbuh optimal serta memiliki keseimbangan antara perkembangan teknologi dan interaksi sosial nyata.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter di Desa Temuireng.

Penulis: M. Syahiduz Zaman Abdillah

Author