Melepas Penat di Lereng Lawu, Catatan Perjalanan Keluarga Besar SD Al Islam Cerme ke Solo

banner 468x60

GIRIMU.COM — Mentari belum sepenuhnya nampak di ufuk Timur saat jarum jam menunjukkan pukul 05.30 WIB. Di saat sebagian besar warga masih bergelut dalam selimut, keluarga besar SD Al Islam Cerme sudah berkumpul dengan semangat yang meluap. Selasa, 23 Desember 2025, menjadi hari yang dipilih untuk meregangkan otot setelah satu semester penuh bergumul dengan kurikulum dan rutinitas kelas dalam pembelajaran.

Perjalanan menuju Solo, Jawa Tengah bukan tanpa dinamika. Cicik Indrawati, Kepala SD Al Islam, dalam sambutan pemberangkatan mengungkapkan, bahwa tujuan destinasi sempat mengalami perubahan dari Malang kembali ke Solo. Akhirnya, pilihan jatuh pada Kali Pucung, sebuah permata tersembunyi di lereng Gunung Lawu.

“Tujuannya satu: mengistirahatkan sejenak pikiran dan tenaga dewan guru serta karyawan. Hawa dingin pegunungan diharapkan mampu menyegarkan kembali semangat kami sebagai pendidik,” ujar Cicik.

Perjalanan menempuh waktu sekitar lima jam dari Gresik. Azka Rizal, selaku koordinator kegiatan, memastikan rombongan tiba dengan selamat di destinasi yang menawarkan panorama kebun teh dan aliran sungai yang jernih.

“Pemandangannya sangat alami, dingin, dan menyejukkan mata. Sayang sekali kalau tidak dinikmati,” tambah Amanda, guru kelas 1 yang nampak terkesima dengan asrinya alam kawasan Gunung Lawu.

Setibanya di Kali Pucung, rombongan disambut hangat oleh pemandu wisata lokal. Keceriaan pecah saat sesi outbound dimulai. Rini, sang pemandu, mengajak para guru melakukan senam otak untuk melatih fokus. Tentu saja, ada konsekuensi bagi mereka yang kurang konsentrasi: coretan bedak cair di wajah. Gelak tawa tak terbendung melihat wajah para guru yang penuh coretan putih, namun semua tetap bahagia. Puncak keseruan terjadi saat mereka menjajal tubing atau arung jeram di sungai kecil yang arusnya cukup deras.

“Medannya cukup menantang dan menguji nyali kami,” ujar Siti Fatimah, guru Ismuba, dengan wajah berseri setelah menaklukkan jeram sungai.

Setelah puas bermain air, rangkaian kegiatan di Kali Pucung ditutup khidmat dengan doa bersama.

Daster Klewer
Tak lengkap rasanya ke Solo tanpa mampir ke Pasar Klewer. Di sini, insting ibu rumah tangga para guru terpancar. Daster menjadi komoditas primadona. Yulirahmawati, guru kelas 5, terlihat memborong daster untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Begitu pula Wida Afriyani, yang tak lupa mencarikan baju untuk buah hati dan suami tercinta sebagai pengobat rindu, karena ditinggal bertugas sekaligus rekreasi.

Menjelang malam, rombongan menuju destinasi terakhir: Masjid Raya Sheikh Zayed. Masjid yang arsitekturnya menyerupai Masjidil Haram di Mekkah ini, sukses membuat rombongan takjub.

Masya Allah, indahnya masjid ini benar-benar luar biasa,” puji Ustadz Wafiq saat memandang kemegahan pilar-pilar masjid yang diterangi lampu temaram.

Tepat pukul 21.00 WIB, bus mulai bergerak meninggalkan Solo. Kelelahan setelah seharian beraktivitas membuat sebagian besar rombongan terlelap dalam perjalanan pulang. Pukul 00.30 WIB, rombongan pun tiba kembali di gerbang SD Al Islam Cerme, Gresik dengan selamat. Meski tubuh terasa lelah, ada binar kesegaran di mata setiap peserta. Azka Rizal berharap agenda seperti ini bisa terus berlanjut di masa depan.

“Semoga di lain waktu kita bisa kembali merenggangkan otot dan pikiran dengan tujuan yang lebih menyenangkan lagi, agar tenaga kami kembali penuh untuk mendidik anak bangsa,” tutup Azka. (*)

Kontributor: Mardiyana Zulifah

Author