GIRIMU.COM — Sebuah langkah besar diambil SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) Gresik dalam upaya menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global. Itu dilakukan melalui kesepakatan pembelajaran internasional bersama ACT Education Solution yang berbasis di Iowa, Amerika Serikat, serta Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM Jawa Timur.
Kesepakatan kerja sama tersebut dilaksanakan di Sidoarjo pada Kamis (8/1/2026) dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan mutu pendidikan Muhammadiyah. Kerja sama ini dirancang sebagai fondasi lahirnya program pembelajaran global yang akan mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2026–2027, bersamaan dengan peluncuran kelas internasional di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik.
Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur Prof Dr Khozin, MSi dalam sambutannya menegaskan, bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. Ia menyampaikan, pendidikan Muhammadiyah tidak boleh tertinggal.
“Kita harus menyiapkan generasi yang berwawasan global, memiliki daya saing internasional, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan ke-Indonesiaan,” kata Guru Besar FAI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
Prof Khozin menambahkan, terpilihnya SMAMIO Gresik dalam kerja sama ini menunjukkan kepercayaan terhadap kesiapan sekolah, baik dari sisi tata kelola, kualitas pendidik, maupun budaya mutu yang selama ini dibangun secara konsisten.
Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, MPd, menyambut kerja sama ini dengan penuh optimisme. Dalam pernyataannya ia mengatakan, kerrja sama ini bukan sekadar program, tetapi sebuah proses menyiapkan masa depan peserta didik agar mampu berkiprah di level dunia.
Ia juga menjelaskan, bahwa kelas internasional yang akan diluncurkan nantinya dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi akademik global, kemampuan bahasa, serta karakter kepemimpinan yang kuat. Namun, semua itu tetap berpijak pada nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan sebagai identitas utama sekolah.
Dalam kesepakatan tersebut, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik juga ditunjuk sebagai Teaching Centre Acknowledgement Global Assessment Certificate (GAC). Penunjukan ini menjadi bentuk pengakuan atas kesiapan SMAMIO sebagai pusat pembelajaran yang memenuhi standar asesmen global, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional.
Melalui langkah strategis ini, SMAMIO Gresik tidak hanya memperluas cakrawala pembelajaran, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menyemai generasi dunia, generasi yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, dan siap menghadapi dinamika global dengan nilai-nilai Islam yang kokoh. (*)
Kontributor: Anis Showatun
