GIRIMU.COM — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Driyorejo, Gresik menggelar kajian Pra-Ramadan bertema “Zakat Memajukan Kesejahteraan Bangsa” pada Ahad (18/1/2026) di Masjid Nur Hidayah Kota Baru Driyorejo (KBD). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah, Aisyiyah, ortom, serta masyarakat umum yang turut antusias menyongsong datangnya bulan suci Ramadan v1447 Hijriyah.
Suara merdu dari Khairatun Hisan An Nauroh menggema di dalam Masjid Nur Hidayah yang berlokasi di Jl. Raya Pancawarna 11C Au 18 -19 Kota Baru Driyorejo Gresik. Siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo ini melantunkan ayat suci Al-Quran saat mengawali acara Kajian Pra-Ramadan sekaligus pembagian sembako untuk kaum duafa ini.
Kajian yang berlangsung pada pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan pemateri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Prof Dr Syamsul Sodiq, MPd, yang menekankan pentingnya kesiapan umat Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah tersebut. Dalam pemaparannya, Prof Syamsul mengingatkan, bahwa Ramadan bukan hanya ajang memperbanyak ibadah, tetapi momentum untuk memperbaiki diri secara komprehensif sepanjang tahun.
“Banyak orang baru memulai ibadah ketika Ramadan telah berjalan. Padahal, persiapan sejak awal sangat menentukan kualitas amalan,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Acara yang dikemas dalam Kajian Pra-Ramadan dan Pembagian Sembako Duafa ini berlangsung berkat kerja sama antara Kantor Layanan Lazismu (KLL) GKB dan PRM-PRA GKB 2. “Ini adalah acara rutin menjelang puasa dan karena jadwal yang padat, jadi untuk area Driyorejo kami ajukan di bulan Januari ini,” kata Lilis Wuryani, Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) GKB 2 ini.
Prof Syamsul menjelaskan, ada empat hal penting yang harus dipersiapkan oleh setiap Muslim agar Ramadan tahun ini menjadi yang terbaik. Pertama, persiapan ma’nawiyah (spiritual). Contohnya, persiapan untuk puasa sunah, membaca Al-Quran, berdzikir, shalawat, dan lainnya dengan tujuan melembutkan batin.
Kedua, persiapan fikriyah (akal), yakni melakukan pendalaman ilmu yang terkait dengan ibadah di bulan Ramadan, seperti saalat tarawih, i’tikaf, khususnya ilmu berpuasa dari niat, rukun hingga apa saja yang dapat membatalkan puasa, hingga puasa bisa sempurna.
Ketiga, persiapan jasadiyah (fisik), berupa menyiapkan kesehatan tubuh secara maksimal dengan berolah raga, makan makanan bergizi, cukup istirahat. Hal ini mengingat puasa Ramadan adalah ibadah panjang yang dilakukan dalam 1 bulan penuh selama hampir 30 hari.
Keempat, persiapan maaliyah (harta), dalam hal ini ada persiapan untuk dana khusus yaitu infak, sedekah, dan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal.
“Dari keempat hal di atas, marilah kita jadikan Ramadan 1447 H adalah Ramadan terbaik dari tahun-tahun sebelumnya,” pesannya saat menutup kajian.
Ketua PCM Driyorejo, Drs Abdul Wahab, MM, dalam sambutannya saat membuka acara berharap, kegiatan Pra-Ramadan semacam ini bisa rutin dilakukan. “Kami ingin masyarakat benar–benar siap menyambut Ramadan, tidak hanya secara ritual, tetapi juga spiritual dan sosial,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kajian ini, seluruh peserta diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan dan semangat pembaruan diri, sehingga bulan suci tahun 1447 H benar–benar menjadi momentum peningkatan iman, ibadah, dan kepedulian sosial yang membawa keberkahan bagi masyarakat Driyorejo dan sekitarnya. (*)
Kontributor: Elisyah Susanty







