PDM Gresik Tegaskan AUM sebagai Ujung Tombak Dakwah Persyarikatan

Kontributor: Fatma Hajar Islamiyah

GIRIMU.COM — Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi ujung tombak utama dalam gerakan dakwah Muhammadiyah. Penegasan ini disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, M. Thoha Mahsun, SAg, MPdI, MHES, dalam Pengajian Ramadan 1447 H Di Masjid Al-Mizan Smamio GKB Gresik, Sabtu (28/2/2026).

Pengajian yang bertajuk Internalizing Muhammadiyah Values ini menjadi komitmen bersama dakwah kolektif oleh guru dan karyawan di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM GKB Gresik. Diikuti oleh 370 peserta yang terdiri atas seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 dan 2 (SD Mugeb Prakarya School dan Berlian Primary School), SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio), tamu undangan dan keluarga besar Muhammadiyah Cabang GKB Gresik.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memupuk iman dan islam,” ujarnya saat membuka pengajian.

Dalam momen Ramadan, menurut Thoha, sapaan M. Thoha Mahsun,  pengajian dan menyemarakkan masjid adalah bagian dari aktivitas yang menambah iman dan menguatkan ke-Islaman. Ia juga menyampaikan apresiasi atas tema yang diusung dalam pengajian kali ini. Menurutnya, tema itu merupakan bentuk kesadaran dan komitmen dalam menyelaraskan nilai-nilai Muhammadiyah dalam menjalankan AUM.

Alhamdulillah, kita semua patut bangga dengan PCM GKB yang insya Allah selalu mengupayakan untuk men-support, mendoakan dan mengajak agar nilai dakwah persyarikatan melalui AUM sebagai ujung tombak dakwah dapat benar-benar terimplementasikan,” ungkapnya.

Menurutnya, Majelis Dikdasmen PCM GKB telah menunjukkan proses dan hasil yang nyata dalam mengoptimalkan peran dakwah persyarikatan. Ia juga memberikan semangat keyakinan kepada guru dan karyawan.

“Ustadz-ustadzah yang di GKB harus banyak bersyukur kepada Allah. Bersyukur atas kesempatan yang luar biasa di sekitar kita, sehingga bisa mengoptimalkan kemampuan,” tuturnya.

Melalui berbagai kegiatan pengembangan diri dan utamanya aktivitas keagamaan yang rutin dilaksanakan, lanjutnya, Majelis Dikdasmen PCM GKB telah menjalankan peran optimal sebagai ruang untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar dan meningkatkan value diri.

Thoha menegaskan kembali, bahwa AUM adalah Amal Usaha Muhammadiyah. Maka, nilai-nilai ke-Muhammadiyahannya harus menjadi garis utama dalam aktivitas dakwahnya.

“Kita saat ini berada di AUM, AUM itu amal usaha (milik)Muhammadiyah, bukan yang lain” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa dalam konteks implementasi, semua yang berada di AUM harus betul-betul menjalankan amanah persyarikatan.

“Janganlah ada warna yang berbeda. Telah berada di AUM kemudian bertindak di luar nilai-nilai persyarikatan,” tandasnya.

Thoha kemudian mengingatkan kembali, bahwa momen pengajian ini adalah kesempatan yang baik dalam menjemput ilmu.

“Ramadan ini kita diberi kesempatan untuk ngaji bareng. Mudah-mudahan di kegiatan ini kita mendapat tambahan ilmu, sehingga langkah kita dalam persyarikatan maupun sebagai khalifah betul, punya dasar dan ilmunya. Bukan beribadah tanpa ilmu,” tuturnya.

Menutup sambutannya, ia mengingatkan kembali untuk menata niat dalam mengikuti pengajian Ramadan ini.

“Mari kita tata kembali niat, Bismillah untuk kedua pemateri yang hebat nanti, mari kita serap ilmunya. Semoga senantiasa mendapatkan berkah dari Allah SWT,” doanya. (*)

 

Author