– Majelis Tabligh bersama Majelis Kader Muhammadiyah (MKM) Dukun menggelar Pelatihan Kader Mubaligh bertema “Strategi Dakwah di Era Digital” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Dukun, Ahad (19/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari seluruh ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Dukun.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi otonom Muhammadiyah seperti IPM dan IMM, perwakilan masjid dan musala, hingga perangkat desa dan tenaga pendidik Muhammadiyah.
Ketua pelaksana, Zainul Rofiq, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi respons atas tantangan dakwah di tengah perkembangan zaman, khususnya rendahnya minat generasi muda untuk terlibat sebagai mubaligh.
“Sebagian calon mubaligh merasa kurang percaya diri karena tidak memiliki latar belakang pendidikan agama. Padahal, dakwah bisa dilakukan siapa saja yang mau belajar dan berproses,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dengan fokus materi yang relevan. Sesi pertama membahas strategi dakwah di era digital, sementara sesi kedua mengulas manajemen dakwah. Kedua materi tersebut menekankan pentingnya adaptasi metode dakwah seiring perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran pesan keislaman.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang bagaimana menyampaikan dakwah secara efektif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat aktif mengikuti diskusi. Berbagai pertanyaan muncul, terutama terkait teknik berdakwah di platform digital dan strategi komunikasi yang tepat untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Zainul Rofiq menilai antusiasme peserta menjadi indikator positif bagi keberlanjutan program kaderisasi mubaligh di lingkungan Muhammadiyah.
“Semangat peserta menunjukkan kesiapan kader untuk terus belajar. Ini menjadi modal penting dalam mencetak mubaligh yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader mubaligh yang tidak hanya memiliki semangat dakwah, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Dengan demikian, pesan dakwah dapat tersampaikan lebih luas, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.
