Girimu.com — Dalam rangka memperkuat ideologi dan kapasitas kader, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ujungpangkah, Gresik mengikuti kegiatan Pencerahan dan Penguatan Kaderisasi yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Aisyiyah di Aula Pimpinan Pusat Aisyiyah, Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian napak tilas perjalanan dakwah Aisyiyah sekaligus momentum memperkokoh komitmen kader dalam mengemban amanah persyarikatan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Nur Izzah, SPd, Ketua Majelis Pembinaan Kader PCA Ujungpangkah, dilanjutkan Ghirah Wathoniyah Islamiyah (GWI) yang dipandu oleh Eva Rohmania Fahar, SPd. Suasana semakin khidmat dengan Pengajian Iftitah yang disampaikan oleh KH Fadhlan. Dalam tausiyahnya ia mengingatkan pentingnya peran umat Islam sebagai sebaik-baik umat sebagaimana firman Allah SWT:
“Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnās ta’murūna bil-ma’rūfi wa tanhauna ‘anil-munkari wa tu’minūna billāh.”
Ayat tersebut menjadi pengingat, bahwa kader Aisyiyah memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menguatkan keimanan dalam setiap langkah pengabdiannya.
Selanjutnya, Ketua PCA Ujungpangkah, Dra Mutmainnah, MPdI, menyampaikan sambutan sekaligus menyerahkan tali asih sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada tuan rumah yang telah menerima rombongan dengan hangat.
Sambutan penerimaan mewakili Majelis Pembinaan Kader disampaikan oleh Erni Zuhriyah, SSIP, MA, selaku Sekretaris MPK PP Aisyiyah. Dengan penuh kehangatan ia menyapa seluruh peserta. “Sugeng rawuh teng Ngayogyakarta,” sapanya lembut.
Ia mengajak seluruh kader untuk selalu bersyukur dan berbahagia. Menurutnya, semangat dan kebahagiaan menjadi energi positif dalam menjalankan aktivitas dakwah dan organisasi.
Pada kesempatan itu Erni juga memperkenalkan berbagai program kaderisasi Aisyiyah. Salah satunya, Aisyiyah Kader Camp yang mulai diinisiasi sejak Juli 2025 dari tingkat pusat hingga daerah. Program tersebut menjadi salah satu inovasi dalam membangun kebersamaan, memperkuat karakter kader, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan perempuan Aisyiyah.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat Kantor Pimpinan Pusat Aisyiyah sebagai rumah besar perjuangan yang menyimpan sejarah dan dinamika perkembangan organisasi. Di sepanjang kawasan Yogyakarta, khususnya sekitar jalan Ringroad, berdiri berbagai amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, museum Muhamnadiyah, pesantren, serta berbagai lembaga pendidikan yang menjadi bukti nyata kontribusi persyarikatan bagi bangsa.
MPK PP Aisyiyah juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran sekitar 100 peserta dari PCA Ujungpangkah yang datang menggunakan dua armada bus. Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi kunjungan organisasi, tetapi juga menjadi napak tilas sejarah perjuangan Aisyiyah di Kauman, Yogyakarta sebagai tempat lahirnya gerakan perempuan Islam berkemajuan.
“Aisyiyah merupakan organisasi perempuan terbaik dunia,” ungkapnya bangga.
Dalam sesi penguatan kaderisasi disampaikan, bahwa setiap kader Aisyiyah hendaknya memiliki empat kompetensi utama, yaitu:
Pertama, kompetensi religius. Sebagai organisasi dakwah Islam, kader Aisyiyah harus memiliki akidah yang kuat melalui penanaman tauhid yang murni sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT. Keimanan harus diwujudkan dalam amal saleh, sebagaimana banyak disebutkan dalam Al-Quran, bahwa iman selalu berdampingan dengan amal salih. Kader Aisyiyah diharapkan istiqamah melaksanakan salat wajib dan sunnah, puasa wajib maupun sunnah, membiasakan tahajud, serta gemar berinfak dan bersedekah. Semua itu menjadi perhiasan akhlak kader Aisyiyah yang senantiasa dihiasi dengan akhlakul karimah.
Kedua, kompetensi akademis. Kader Aisyiyah harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat, gemar membaca, mengikuti kajian, pengajian, pelatihan, dan berbagai forum keilmuan sebagai bekal dalam menjalankan dakwah yang mencerahkan.
Ketiga, kompetensi kepemimpinan. Setiap kader dituntut memiliki kemampuan memimpin, mengelola organisasi, mengambil keputusan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun persyarikatan.
Keempat, kompetensi sosial kemasyarakatan. Kader Aisyiyah diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat, peka terhadap persoalan sosial, serta aktif memberikan solusi melalui gerakan dakwah yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Melalui kegiatan pencerahan dan penguatan kaderisasi ini diharapkan seluruh kader PCA Ujungpangkah semakin memahami jati diri Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan. Dengan bekal nilai-nilai ke-Islaman, semangat belajar, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial, para kader diharapkan mampu menjadi pelopor dakwah yang mencerahkan serta terus menggerakkan amal usaha demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (*)
