Perkuat Fondasi Ke-Islaman, Kasek dan Guru MTs Muhammadiyah 7 Pantenan Ikuti Upgrading

Berita Sekolah14 Dilihat

GIRIMU.COM – Berakhirnya semester ganjil lazim menjadi penanda dimulainya masa libur bagi siswa dan guru setelah melewati rutinitas pembelajaran selama enam bulan penuh. Waktu jeda tersebut umumnya dimanfaatkan untuk beristirahat dan memulihkan energi.

Namun, pilihan berbeda diambil oleh para guru MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Panceng, Gresik. Alih-alih berlibur, mereka justru memanfaatkan momentum akhir semester untuk memperkuat fondasi ke-Islaman melalui kegiatan peningkatan pemahaman akidah dan ibadah, Ahad (21/12/2025).

Para guru MTs Muhammadiyah 7 Pantenan mengikuti kegiatan Upgrading Faham Akidah dan Ibadah yang diselenggarakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Majelis Dikdasmen & PNF PDM Gresik, sehingga mampu menghimpun para guru agama yang mengajar di lingkungan AUM Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.

Kegiatan upgrading tersebut dilaksanakan pada Ahad (21/12/2025) di SMA Muhammadiyah 1 Gresik dan berlangsung sejak pagi hari. Kegiatan berlangsung khidmat, namun tetap dinamis. Program ini dirancang sebagai ruang penguatan pemahaman akidah dan praktik ibadah sesuai manhaj Muhammadiyah, sekaligus sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan agama Islam di tengah perkembangan zaman yang kian cepat.

Upgrading ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Mereka adalah Ustadz Nadjih Ihsan, anggota Majelis Tabligh Muhammadiyah Jawa Timur; serta Ustadz Tajun Nasr dan Ustadz Achwan dari Majelis Tarjih PDM Gresik. Ketiga narasumber menyampaikan materi yang saling melengkapi, mulai dari penguatan akidah, pembahasan tata cara sholat yang sesuai tuntunan, hingga pemahaman thaharah secara komprehensif. Penyampaian materi yang komunikatif dan aplikatif membuat peserta antusias mengikuti setiap sesi.

MTs Muhammadiyah 7 Pantenan mendelegasikan empat orang guru untuk mengikuti kegiatan ini, terdiri atas tiga guru agama dan satu kepala madrasah. Kepala MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Muhammad Tauhid, menegaskan, bahwa kegiatan upgrading semacam ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas pendidik, khususnya guru agama.

“Guru adalah orang tua kedua bagi peserta didik dan menjadi teladan dalam sikap serta perilaku. Karena itu, kegiatan semacam ini wajib diikuti. Perkembangan zaman yang semakin modern membawa perubahan besar dalam perilaku anak-anak, sehingga guru harus terus menambah wawasan agar mampu membimbing mereka sesuai tuntunan Islam,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan penguatan keagamaan bagi para pendidik Muhammadiyah.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan dengan menghadirkan pemateri yang kompeten. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh guru semakin berkembang dan dapat diterapkan langsung dalam proses pendidikan di sekolah,” imbuhnya.

Manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Ninik Rosyidah, salah satu guru MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, mengaku mendapatkan banyak pencerahan dari materi yang disampaikan para narasumber.

“Kegiatan ini sangat menarik dan dikemas dengan rapi. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan benar-benar menambah wawasan. Selain itu, kegiatan ini membantu meluruskan pemahaman aqidah dan tauhid agar selaras dengan pandangan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Menurutnya, upgrading ini tidak hanya berdampak pada penguatan aqidah pribadi, tetapi juga menjadi bekal penting dalam mendidik akhlak dan karakter peserta didik di sekolah.

“Dengan pemahaman akidah yang kuat, guru akan lebih siap membimbing siswa dalam pembentukan akhlak dan perilaku sehari-hari sesuai ajaran Al-Quran dan hadis,” tambahnya.

Sementara itu, Majelis Tarjih PDM Gresik menyatakan komitmennya untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang. Program upgrading ini dinilai membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas guru pengajar di lingkungan Muhammadiyah, khususnya dalam menjaga kemurnian aqidah dan meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.

Secara keseluruhan, kegiatan upgrading faham akidah dan ibadah ini berlangsung lancar dari awal hingga selesai. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dan menikmati sajian ilmu dari para narasumber. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pemahaman akidah para guru semakin kuat dan mampu ditransformasikan kepada peserta didik, sehingga terbentuk generasi berakhlak mulia dan berlandaskan aqidah yang lurus. (*)

Kontributor: M. Daus Kholis A.F.

Author