GIRIMU.COM — Untuk menyemarakkan syiar bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah sekaligus memperkokoh ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Non Formal (dikdasmen PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Gresik menyelenggarakan Kajian Ramadan yang diikuti para guru berserta karyawan pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat tersebut menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Dr Muhammad Arfan Mu’amar, MPdI, sebagai narasumber materi tentang Ideologi Muhammadiyah
Acara yang dipusatkan di aula Sang Surya SD Muhammadiyah komplek Gresik (SD Mugres) Gresik ini untuk me-refresh kembali semangat ber-Muhammadiyah, serta meningkatkan kembali ideologi Muhammadiyah di tengah rutinitas pekerjaan mendidik dan mengajar di amal usaha masing-masing.
Acara yang dibuka langsung oleh Dr Sukaris, MSM selaku Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Gresik ini merupakan agenda rutin tahunan di bulan Ramadan, sebagai wujud konsolidasi internal kader Muhammadiyah. Ia mengapresiasi kehadiran para guru dan karyawan sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin baik di masa kepemimpinannya. Ia juga berharap agar kondisi ini dipertahankan sebagai wujud semangat ber-Muhammadiyah di lingkungan perguruan Muhammadiyah Gresik.
Dalam pemaparannya, Dr Arfan, sapaan akrabnya, mengangkat tema sentral mengenai Ideologi Muhammadiyah. Ia menekankan, bahwa Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah gerakan Islam berkemajuan yang memiliki landasan berpikir yang kokoh.
“Bekerja di amal usaha Muhammadiyah bukan hanya soal profesionalitas kerja, tetapi juga bagian dari manifestasi dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Oleh karena itu, memahami ideologi Muhammadiyah diperlukan agar arah gerak kita tetap sejalan dengan cita-cita KH Ahmad Dahlan (pendiri persyarikatan Muhammadiyah, Red),” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Dr Arfan juga membedah poin-poin penting khittah dan hasil muktamar sebagai pedoman dan cita cita warga Muhammadiyah. Menurutnya, penguatan ideologi di kalangan karyawan sangat krusial untuk menjaga integritas institusi dari pengaruh pemikiran yang tidak sejalan dengan prinsip Islam berkemajuan.
Kajian yang berlangsung dinamis ini juga sebagai ajang sharing serta berkonsultasi mengenai tantangan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam pelayanan publik maupun dunia pendidikan.
Kajian Ramadan ini ditutup dengan doa bersama, berbuka puasa bersama hingga salat Tarawih berjamaah. Melalui kajian ini, majelis dikdasmen PNF PCM Gresik berharap, seluruh elemen karyawan dapat menjadi keder Muhammadiyah yang menampilkan wajah Islami yang sejuk, cerdas, dan solutif di wilayah Gresik, serta memberikan energi spiritual dan ideologis untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (*)
