GIRIMU.COM — Untuk memperkuat keimanan dan kemandirian siswa di bulan suci Ramadan, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik menggelar kegiatan Malam Bina Takwa (Mabit) bertajuk “Ramadhan Ceria” di Pondok Pesantren Al Fattah, Buduran, Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (25-26/2/2026) ini diikuti oleh 117 siswa kelas IV hingga kelas VI.
Sebelum keberangkatan, para siswa melaksanakan salat Dhuhur berjamaah di Masjid Nur Hidayah. Mereka kemudian mendapatkan pembekalan dari Kepala SD Mudri, Ustadzah Debbie Chintya Rose, SPd. Ia berpesan agar seluruh siswa dapat menjaga sikap dan tutur kata selama berada di lingkungan baru.
“Semoga kalian mendapatkan pengalaman, ilmu, dan sahabat baru. Tunjukkan, bahwa siswa SD Mudri mampu beradaptasi dan menampilkan sikap terbaiknya,” pesannya.
Tepat pukul 12.30 WIB, para siswa berangkat menuju lokasi kegiatan dengan kendaraan yang telah disiapkan.
Sesampainya di Pondok Pesantren Al Fattah, seluruh siswa berkumpul di masjid untuk mengikuti acara pembukaan. Pembukaan diwakili oleh Ustadz Teguh Abdillah MPd dari SD Mudri. Dalam sambutannya, ia bernostalgia tentang masa pendidikannya di pesantren tersebut, dan memberikan motivasi kepada para siswa.
“Tidak perlu khawatir jika merasa kurang nyaman. Dari ketidaknyamanan itulah kalian akan belajar menjadi pribadi yang tangguh. Manfaatkan waktu singkat ini untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman,” tuturnya.
Selama di pesantren, para siswa didampingi oleh beberapa kakak pendamping yang berasal dari siswa SMP dan SMA Al Fattah. Selama dua hari para siswa SD Mudri mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya:
* Salat berjamaah;
* Materi kepesantrenan;
* Materi bijak bermedia sosial;
* Buka puasa dan sahur bersama;
* Tadarus Al-Quran secara bersama-sama.
Beberapa siswa mengaku merasakan pengalaman yang berkesan. Amanda Andromeda, siswa kelas 6 Umar Bin Khattab menyampaikan, perasaannya selama dua hari menginap di pondok terasa campur aduk, ada rasa seru sekaligus tidak ingin cepat berakhir.
“Momen buka puasa bersama menjadi pengalaman paling berkesan selama acara ini. Selain itu, kami didampingi sama kakak kelas yang sabar, serta ramah, jadi merasa betah di sini,” tuturnya.
Sementara itu, Naura Hasna Annida, siswa kelas 4 Abu Bakar Ash-Shiddiq mengungkapkan, materi tentang bijak bermedia sosial memberikan banyak pengetahuan baru. Ia juga merasa senang dengan sikap kakak pendamping yang baik dan ramah.
“Dari semua kegiatan yang menurutku paling seru adalah saat penyampaian materi ‘Bijak Bermedia Sosial’, karena banyak mendapatkan pengetahuan terutama tentang cyber bullying,” ungkapnya.
Menutup kegiatan tersebut, pihak SD Mudri menyampaikan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al Fattah atas sambutan dan fasilitas yang diberikan. Permohonan maaf juga disampaikan apabila selama kegiatan terdapat kekurangan dalam sikap maupun tutur kata siswa. Harapannya, pengalaman Mabit di luar lingkungan sekolah ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga Allah menakdirkan kami dapat kembali ke sini pada tahun mendatang,” Ainun Najib SPd selaku guru pendamping SD Mudri.
Perwakilan Pondok Pesantren Al Fattah turut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak pesantren untuk memfasilitasi kegiatan Ramadan Ceria SD Mudri.
“Meskipun dengan keterbatasan waktu yang singkat, semoga selama dua hari ini anak-anak dapat merasakan langsung bagaimana perasaan serta suasana belajar di pesantren. Jika di luar sana mungkin banyak berita negatif tentang pondok pesantren, namun di sini kami selalu menanamkan nilai persatuan, kekeluargaan, dan belajar kehidupan sosial untuk saling menyayangi. Semoga pengalaman yang telah kalian dapatkan bisa digunakan untuk bekal di masa depan,” pungkas Nuris Fachruddin, MPd, Kepala Pesantren Al Fattah. (*)
