GIRIMU.COM — Upaya memperkuat hubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi terus dilakukan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO). Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), SMAMIO menegaskan komitmennya dalam menyiapkan peserta didik yang memiliki kesiapan akademik, riset, dan kompetensi teknologi sejak jenjang sekolah menengah.
Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026) di Kantor Direktur PENS. Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Kepala SMAMIO, Ulyatun Nikmah, MPd, dan Direktur PENS, Dr Ing Ir Arif Irwansyah, ST, MEng.
Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab tantangan kesenjangan kompetensi (skill gap) antara lulusan pendidikan menengah dan kebutuhan pendidikan tinggi vokasi, serta industri berbasis teknologi. Melalui kolaborasi ini, SMAMIO dan PENS berupaya membangun kesinambungan pembinaan akademik dan pengembangan minat siswa terhadap bidang teknologi, riset terapan, dan inovasi.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Program yang direncanakan di antaranya, pengenalan dunia vokasi dan teknologi kepada siswa SMAMIO, kuliah tamu dan pembinaan akademik oleh dosen PENS, pendampingan kegiatan riset dan inovasi siswa, serta penguatan perencanaan studi lanjut yang selaras dengan kebutuhan perguruan tinggi dan industri teknologi.
Kepala SMAMIO, Ulyatun Nikmah, MPd, menegaskan, bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki arah pengembangan kompetensi yang jelas.
“Sebagai Career and Research School, SMAMIO berupaya menghadirkan proses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kerja sama dengan PENS menjadi langkah strategis untuk mengenalkan siswa pada dunia riset, teknologi, dan pendidikan vokasi secara lebih terstruktur, sehingga mereka mampu merencanakan studi lanjut dan karier secara matang,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Sementara Direktur PENS, Dr Ing Ir Arif Irwansyah, ST, MEng, menyampaikan, bahwa kemitraan dengan pendidikan menengah merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan teknologi nasional.
“Kami memandang perlu adanya kesinambungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi. Kerja sama dengan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang mendorong kesiapan siswa sejak dini, sehingga saat memasuki pendidikan tinggi mereka telah memiliki dasar kompetensi dan orientasi yang jelas di bidang teknologi,” ungkapnya.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi PENS, Dr Ir Firman Arifin, ST, MT, menambahkan, kerja sama ini tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi akan ditindaklanjuti melalui program nyata dan berkelanjutan.
“Kami sepakat untuk menindaklanjuti MoU ini melalui berbagai kegiatan konkret, seperti pengenalan pendidikan vokasi, riset terapan, serta pendampingan akademik bagi siswa. Dengan pola kerja sama ini, diharapkan terbentuk jalur pembinaan yang berkelanjutan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi,” jelasnya.
Melalui kerja sama strategis ini, SMAMIO dan PENS berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan kompetitif di tengah percepatan perkembangan teknologi. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang terintegrasi antara sekolah menengah, perguruan tinggi, dan dunia industri. (*)
Kontributor: Ulyatun Nikmah
