Petualangan Belajar STEAMS Aqua Farming di Panggung STEM Fest Dapatkan Pengakuan HKI dan Tembus Jurnal Nasional Sinta 2 Didaktika

Penulis: Ilham Yahya

Berita Sekolah526 Dilihat

Girimu.com — Inovasi pembelajaran STEAMS Aqua Farming karya guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik jenjnag kelas IV yang dikoordinatori oleh Nur Aini Ochtafiya, menorehkan capaian membanggakan. Berawal dari pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), inovasi ini kemudian berkembang menjadi karya ilmiah yang berhasil menembus Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional OJS Didaktika menuju publikasi jurnal bereputasi SINTA 2.

Karya tersebut dipamerkan secara luas dalam ajang STEM Fest, Sabtu, 16 Mei 2026. Perjalanan tersebut menjadi bukti, bahwa praktik baik pembelajaran di sekolah dasar dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak bagi siswa, serta mendapat pengakuan akademik dan publik di tingkat nasional.

Inovasi STEAMS Aqua Farming Inovasi Hijau untuk Keberlanjutan Bumi dikembangkan melalui pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Social) yang dipadukan dengan Design Thinking. Pembelajaran dirancang secara kontekstual dengan mengangkat isu lingkungan, ketahanan pangan, serta pemanfaatan limbah organik di lingkungan sekolah.
Melalui proyek tersebut, siswa belajar langsung dari masalah nyata di sekitar mereka, mulai dari limbah sisa makan siang hingga lahan kebun belakang sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dari proses observasi itu, lahirlah sistem Aqua Farming sederhana yang mengintegrasikan budi daya ikan, tanaman, dan pengolahan kompos cair dalam satu ekosistem pembelajaran berkelanjutan.

Sebelum dikenal luas melalui publikasi dan STEM Fest, inovasi pembelajaran ini terlebih dahulu memperoleh pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 30 Desember 2025 berafiliasi dengan kampus yang terkenal sebagai gudang pencetak guru profesional, yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pengakuan tersebut diberikan atas desain pembelajaran dan pengembangan inovasi STEAMS Aqua Farming dalam Student Activity Project STEAMS Sekolah Ramah Iklim Inovasi Hijau Aqua Farming Kelas IV Sekolah Dasar yang dinilai memiliki unsur kebaruan dalam dunia pendidikan dasar.

HKI yang diterbitkan oleh Direktur Jendral Kekayaan Intelektual menjadi langkah awal penting yang memperkuat legalitas sekaligus nilai inovatif dari pembelajaran yang dikembangkan.

“HKI menjadi penyemangat, bahwa inovasi pembelajaran yang lahir dari kelas juga memiliki nilai dan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan,” ujar Nur Aini Ochtafiya, saat dihubungi pada Sabtu (23/5/2026).

Setelah memperoleh pengakuan HKI, inovasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi artikel ilmiah berjudul “STEAMS-Driven Green Innovation to Strengthen Critical Thinking in Elementary Education” (ID: 2185).

Artikel tersebut diajukan dalam program Call for Papers OJS Didaktika 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Persaingan berlangsung sangat ketat. Dari total 1.269 peserta dari seluruh Indonesia, sebanyak 617 peserta terverifikasi. Sekitar 300 peserta kemudian diundang mengikuti webinar awal. Seleksi berlanjut semakin ketat hingga tersisa 116 peserta yang lolos tahap pendampingan daring, dan akhirnya hanya 40 peserta terbaik yang terpilih mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) nasional di Yogyakarta pada tanggal 27-30 April 2026.

Dalam proses review dan pendampingan, artikel ini dibimbing langsung oleh Dr Moh. Salimi, MPd, akademisi di Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berfokus pada bidang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Tabrani Z.A. dari Universitas Serambi Mekkah, Aceh. Kedua reviewer ini dikenal memiliki standar akademik yang tinggi dalam menilai kualitas artikel ilmiah dan implementasi inovasi di lapangan.

Reviewer sekaligus pendamping, Moh. Salimi, memberikan apresiasi terhadap kebaruan inovasi yang dikembangkan.

“Inovasi ibu ini baru dan unik. Oleh karena itu, kami meminta bagan alur penelitian dan implementasinya secara jelas dan lengkap, sehingga pembaca dapat memahami kebaruan inovasi yang ibu terapkan,” ungkapnya.

Sementara Tabrani yang dikenal sangat ketat dalam proses review dan disiplin terhadap sistematika ilmiah juga memberikan penilaian positif terhadap implementasi inovasi tersebut.

“Inovasi yang telah diterapkan ini berdampak dan bisa diadaptasi oleh sekolah-sekolah lainnya, terutama yang memiliki program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan memiliki limbah sisa makan siang. Saya mengapresiasi implementasi dari artikel ilmiah yang ibu tulis,” tuturnya.

Tidak hanya lolos hingga tahap Bimtek nasional, artikel ilmiah tersebut juga berhasil memperoleh penghargaan sebagai Artikel Terbaik dalam kegiatan Bimbingan Teknis OJS Didaktika 2026. Penghargaan ini diberikan, karena artikel tersebut dinilai memiliki kekuatan inovasi, sistematika penulisan ilmiah yang baik, keberlanjutan implementasi, serta dampak nyata terhadap pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Karya tersebut dinilai memiliki kekuatan implementasi karena mampu mengintegrasikan STEAMS dan Design Thinking secara sistematis dalam pembelajaran sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Setelah memperoleh pengakuan HKI dan menembus forum ilmiah nasional, perjalanan STEAMS Aqua Farming berlanjut ke panggung publik melalui STEM Fest yang digelar di Gress Mall dengan mengundang K3S, beberapa sekolah rekanan, serta keluarga siswa. Dalam STEM Fest tersebut, siswa menampilkan prototype aqua farming, dokumentasi tahapan Design Thinking, hingga presentasi kreatif mengenai proses pembelajaran yang mereka jalani. Pengunjung nampak antusias melihat bagaimana proyek sederhana dari lingkungan sekolah mampu berkembang menjadi inovasi pendidikan yang diakui secara nasional.

“Kami ingin anak-anak merasakan, bahwa hasil belajar mereka nyata dan bisa diapresiasi banyak orang. STEM Fest menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan proses belajar mereka,” tutur Nur Aini Ochtafiya.

Keberhasilan STEAMS Aqua Farming menunjukkan, bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari ruang kelas sederhana ketika guru dan siswa diberi ruang untuk bereksplorasi, mencoba, dan berkarya.

Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Athiq Amilliyah, SPd, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Masya Allah, selamat Ustz Via. Kami ikut bangga dengan pencapaian Ustz Via,” ungkapnya.

Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen SD Muhammadiyah Manyar dalam membangun budaya inovasi, literasi ilmiah, dan pembelajaran berkelanjutan demi menciptakan generasi masa depan yang kreatif, kritis, dan peduli lingkungan. (*)

 

Editor