PKDA Menyenangkan, Siswa Sekolah Kreatif Menganti Ikuti Festival hingga Materi

Reporter: Rawadan Reza Rachman

banner 468x60

GIRIMU.COM — Siswa kelas II Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA), Senin (9/3/2026). Dalam PKDA hari pertama ini, para siswa mendapatkan materi yang bertajuk Aku Bangga Jadi Anak Sholeh.

Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB usai mereka mengikuti Festival Ramadan di halaman sekolah. Meskipun terlihat letih, namun mereka tetap bersemangat untuk mengikuti materi di dalam kelas.

Tema Aku Bangga Jadi Anak Sholeh disampaikan oleh wali kelas II Biola, Firman Maulana, SPd. Melalui gambar dan materi yang disajikan dalam Power Point, para siswa menyimak dan mendengarkan penuturuan yang disampaikan oleh Ustadz Firman, sapaan Firman Maulana.

Beberapa poin yang disampaikan Ustadz Firman dalam materi tersebut, di antaranya pengertian anak sholeh, ciri-ciri anak sholeh, dan manfaat menjadi anak sholeh. Di awal materi, dia memberikan sebuah pertanyaan pemantik untuk mengundang rasa ingin tahu siswa.

“Siapa yang tahu, apa yang dimaksud anak sholeh?” tanyanya.

Tak sedikit yang mengacungkan tangan dan tak sabar ingin menjawab pertanyaan tersebut. Salah satu siswa kelas II Biola, Mashka Radeva Arshad, menjawab.

“Anak sholeh itu anak baik,” jawabnya.

Tak mau kalah, siswa lainnya, yakni Revan Alfarisqy Rayhan Shaquille, ikut menjawab.

“Anak sholeh adalah anak yang rajin ibadah,” kata siswa kelas II Pianika itu.

Ustadz Firman kemudian mengajak para siswa menonton sebuah video animasi tentang manfaat dan pentingnya menjadi anak sholeh.

“Materi seperti ini sangat perlu disampaikan sejak dini, karena kami berharap anak-anak akan menjadi anak sholeh dan sholehah, rajin beribadah, dan berbakti kepada kedua orang tua mereka,” terang Ustadz Firman.

Usai menyimak materi, siswa diberi lembar kerja yang berisi pertanyaan seputar materi dan sebuah gambar untuk diwarnai. Ustadz Firman menambahkan, penuturan materi dalam Pesantren Kilat Darul Arqam bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti menonton video animasi dan mewarnai.

“Diberikannya worksheet agar anak-anak tidak hanya sekadar mendengarkan saja, melainkan ikut terlibat aktif pada saat materi berlangsung,” terangnya. (*)

 

Editor