Siswa kelas VI MI Islamiyah Mojopetung (MIISMO) mengikuti praktik Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan tema “Apa yang Terjadi Jika Panas Bumi Terus Meningkat?”, Selasa (8/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami dampak pemanasan global melalui percobaan sederhana menggunakan miniatur bumi.
Di atas meja, tampak nampan berisi miniatur daratan, pohon, gunung, dan es yang dikelilingi lilin menyala sebagai simulasi sumber panas. Secara berkelompok, siswa mengamati, mencatat, dan mendiskusikan perubahan yang terjadi, seperti mencairnya es, naiknya permukaan air, hingga kondisi “pohon” yang layu akibat panas.
Guru IPAS kelas VI, Nur Aini, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori pemanasan global dari buku, tetapi juga melihat langsung prosesnya. Dengan begitu, mereka bisa memahami hubungan sebab-akibat, berpikir kritis, serta memiliki kesadaran menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Selama praktik berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga mencatat data, berdiskusi, hingga menyimpulkan hasil percobaan.
Melalui kegiatan ini, siswa memahami dampak nyata pemanasan global, seperti mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, hingga potensi bencana seperti banjir, kekeringan, dan kerusakan habitat.
Salah satu siswi, Zahra, mengaku mendapatkan pemahaman baru dari praktik tersebut.
“Ternyata kalau lilinnya banyak, es cepat mencair dan airnya naik. Kalau bumi semakin panas, rumah di daerah pantai bisa tenggelam. Kita harus menjaga lingkungan,” katanya.
Kepala MI Islamiyah Mojopetung, Alfah, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.
“Kami berharap lahir generasi Qurani yang cerdas IPAS dan peduli terhadap lingkungan. Ilmu harus melahirkan amal,” tuturnya.
Melalui praktik ini, siswa juga didorong melakukan aksi sederhana, seperti menghemat listrik, mengurangi sampah plastik, dan menanam pohon.
Kegiatan ditutup dengan penulisan refleksi dan komitmen menjaga lingkungan yang kemudian ditempel di mading kelas. Guru dan siswa juga menyerukan ajakan bersama untuk menjaga bumi.
“Yuk jaga bumi kita mulai dari hal kecil, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, membawa tumbler, dan menyayangi pohon. Karena bumi yang sehat adalah masa depan kita,” seru mereka.
Praktik IPAS MIISMO, Siswa Pelajari Dampak Pemanasan Global
Reporter: Alfah
