Girimu.com — Puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang, Bungah, Gresik berlangsung meriah pada Jumat (17/7/2026). Mengusung tema “Pahlawan Cilik Peduli Lingkungan”, kegiatan ini menjadi penutup rangkaian MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus mengajak anak-anak mencintai lingkungan melalui kreativitas memanfaatkan barang bekas.
Sejak pagi, peserta didik baru hadir dengan mengenakan kostum hasil kreasi bersama orang tua yang dibuat dari berbagai bahan daur ulang, seperti koran bekas, kardus, plastik, karung, hingga bungkus jajan. Ragam kostum yang unik dan penuh warna menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menunjukkan, bahwa barang bekas pun dapat disulap menjadi karya yang bernilai.
Menariknya, tidak hanya anak-anak yang mengenakan kostum daur ulang. Seluruh guru KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang juga tampil kompak memakai kostum berbahan daur ulang sebagai bentuk keteladanan dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik.
Tepat pukul 08.00 WIB, pawai dimulai dari PAUD Aisyiyah Melirang dan berkolaborasi dengan SD Muhammadiyah Melirang. Rombongan berjalan menuju titik akhir di Cafe Lowo Melirang. Sepanjang perjalanan, anak-anak dengan penuh semangat memperagakan kostum daur ulang hasil karya mereka. Pawai berlangsung meriah dan menjadi media edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.
Pawai kostum daur ulang ini juga menjadi implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), salah satu materi utama dalam MPLS Ramah yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Kepala KB Aisyiyah 24 Melirang, Fitrotun Nadhifa, SPdI, mengatakan, tema “Pahlawan Cilik Peduli Lingkungan” dipilih untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajarkan kepada anak-anak, bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Barang bekas yang sering dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi kostum yang kreatif dan menarik, ujarnya.
Dikatakan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penerapan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sehingga sejak usia dini anak-anak terbiasa mencintai lingkungan. Pihaknya juga mengapresiasi semangat para orang tua yang mendampingi proses pembuatan kostum serta seluruh guru yang ikut mengenakan kostum daur ulang sebagai bentuk teladan bagi anak-anak.
Salah satu wali murid, Asmaul Husnah (wali dari Ananda Dinara), mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif. Anak-anak tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga belajar berkreasi bersama orang tua. Kami berharap kegiatan seperti ini terus diadakan karena memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Terima kasih kepada seluruh ibu guru yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan ikut mengenakan kostum daur ulang sehingga menambah semangat anak-anak selama mengikuti pawai,” tuturnya.
Melalui pawai kostum daur ulang ini, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman yang menyenangkan selama MPLS Ramah, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan, kreatif, percaya diri, dan mampu menerapkan nilai-nilai Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam kehidupan sehari-hari. (*)







