Ramadan Menginspirasi dari Ruang Kelas, Orang Tua Mengajar Hidupkan PKDA Berlian Primary School

Reporter: Waviq Amiqoh

banner 468x60

GIRIMU.COM — Suasana kelas di SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) berubah menjadi ruang kreasi penuh warna. Di tengah nuansa Ramadan, para siswa kelas I tak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga diajak mengasah keterampilan melalui kegiatan Orang Tua Mengajar Special Edition dalam rangka Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA), Jumat (13/3/2026) pekan lalu.

Kegiatan ini menghadirkan para wali siswa sebagai pemateri, yang berbagi pengalaman sekaligus mengajak anak-anak belajar secara langsung melalui aktivitas kreatif khas bulan Ramadan. Tema “Aktivitas di Bulan Ramadan” diangkat untuk mendekatkan pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Pemateri pertama, Heni Asmarani, SM, seorang wirausaha sekaligus wali siswa kelas 1 Quba, mengajak siswa membuat hampers lebaran. Sejak awal kegiatan, anak-anak nampak antusias menyiapkan berbagai bahan yang telah disediakan. Dengan bimbingan sederhana, mereka belajar menyusun isi hampers dengan rapi dan menarik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Paulina Sep Ossy, guru OST Chef Class di SMP Muhammadiyah 12 GKB, yang juga wali siswa kelas 1 Al Harm. Ia mengajarkan cara membuat kue lebaran sederhana berupa bola-bola cokelat. Anak-anak diajak mencampur bahan, membentuk adonan, hingga menghias hasil akhirnya. Tangan-tangan kecil itu tampak sibuk, namun wajah mereka memancarkan kegembiraan.

Pemateri ketiga, Trisna Selvidha, SH, kembali menghadirkan suasana dapur mini di kelas dengan mengajarkan pembuatan corn flakes cookies. Kali ini, siswa tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga belajar bersabar dan teliti dalam setiap tahapan.

Tidak hanya keterampilan, aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Fitri Ayu Fatmawati, SPd, MPd, dosen sekaligus wali siswa kelas 1 Al-Aqsha, menyampaikan materi tentang keutamaan Ramadan sebagai waktu berlipatnya pahala. Ia mengajak siswa memahami, bahwa setiap kebaikan kecil yang dilakukan di bulan suci ini memiliki nilai besar di sisi Allah.

Sementara itu, Nurul Siti Rohimin, penggiat hasta karya dan wali siswa kelas 1 Al-Azhar, menutup rangkaian kegiatan dengan mengajarkan pembuatan mini hampers lebaran. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengemas hasil karya mereka menjadi produk yang menarik dan bernilai.

Wali Kelas 1 Nabawi, Fiska Puspa Dwi Arinda, SPd, menjelaskan, bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

“Kegiatan ini mengangkat tema aktivitas di bulan Ramadan agar siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga merasakan langsung praktiknya,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Muhammad Arkana Aqsa Nugroho, siswa kelas 1 Nabawi, mengungkapkan kegembiraannya.

“Senang sekali hari ini bisa belajar bikin kue di sekolah, apalagi yang ngajarin mama temenku,” katanya dengan wajah ceria.

Hal serupa disampaikan Maulana Ibrahim. Dengan mata berbinar, ia tampak bersemangat saat mengisi cup kue yang telah disediakan.

“Tadi aku bantu isi cup-nya. Kuainya kelihatan enak, jadi tidak sabar ingin segera berbuka puasa,” ujarnya.

Sementara itu, Ibrahim Sayf Alfaruq mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.

“Ternyata bikin kue itu asyik. Aku ingin coba lagi di rumah bareng bunda,” tuturnya.

Kegiatan Orang Tua Mengajar Special Edition ini menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan PKDA di Berlian Primary School. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menghadirkan suasana belajar yang lebih dekat, hangat, dan kontekstual bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga nilai-nilai penting seperti kerja sama, kemandirian, kesabaran, dan kepedulian. Ramadan pun tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan.

PKDA di Berlian Primary School terus dikembangkan dengan konsep yang variatif agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang utuh, menggabungkan aspek spiritual, keterampilan, dan karakter dalam satu rangkaian kegiatan. (*)

 

Editor