Randuboto Island Hijaukan Masa Depan, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu Tanam Akar Perubahan

banner 468x60

GIRIMU.COM — Kepedulian terhadap bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari sebuah desa di sisi Timur Kecamatan Sidayu, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Sidayu menegaskan komitmennya menjaga alam melalui Aksi Penanaman Pohon bertajuk “Akar yang Ditanam, Harapan yang Tumbuh”, yang digelar di Brang Wetan, Desa Randuboto, Ahad (25/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidayu, Pemerintah Desa Randuboto, BPD, RT–RW setempat, Yunda Nasyiatul Aisyiyah se-Cabang Sidayu, hingga mahasiswa KKN Universitas Airlangga. Kolaborasi lintas elemen ini menghadirkan suasana kebersamaan yang kuat sejak awal kegiatan.

Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, dilanjutkan lantunan Gema Wahyu Ilahi oleh Yunda Arinda yang menghadirkan nuansa religius dan reflektif. Semangat kebangsaan dan persyarikatan semakin terasa saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Nasyiatul Aisyiyah.

Dalam sambutannya, perwakilan PCNA Sidayu, Yunda Norma, menyoroti maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sebagai dampak kerusakan lingkungan. Ia menegaskan, penanaman pohon merupakan ikhtiar sederhana, namun bermakna dalam menjaga keseimbangan alam dan mencegah bencana di masa depan.

“Banjir yang terjadi di berbagai daerah adalah peringatan bagi kita semua. Menanam pohon hari ini adalah bagian dari ikhtiar kita menjaga kehidupan esok hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto, Andi Sulandra, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghidupkan potensi desa dengan menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan pentingnya merawat tanaman yang ditanam agar tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar memberi manfaat jangka panjang.

Mengutip lirik Mars Muhammadiyah “Di timur fajar cerah gemerlapan”, ia menyampaikan optimisme, bahwa Randuboto sebagai wilayah Timur Sidayu memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi desa yang berdaya dan inspiratif.

Ketua PCM Sidayu, Ahmad Muladzidz, yang secara resmi membuka kegiatan, mengajak peserta merenungkan Surah Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia. Ia menegaskan, bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keimanan sekaligus tanggung jawab sosial.

“Manusia tidak hanya diberi hak untuk memanfaatkan alam, tetapi juga kewajiban untuk memperbaiki dan merawatnya. Dari Randuboto, kita mulai langkah kecil untuk dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nur Fadhilah dari PCA Sidayu, sebagai penguat spiritual atas ikhtiar yang dilakukan bersama.

Usai seremoni, dilakukan penyerahan bibit pohon secara simbolis dari PCM, PCA, dan PCNA Sidayu kepada Kepala Desa Randuboto. Seluruh peserta kemudian bergerak menuju area sekitar dermaga Randuboto untuk melakukan penanaman secara langsung. Berbagai jenis bibit tanaman buah seperti matoa, alpukat, sirsak, petai, dan tanaman lainnya ditanam dengan penuh antusiasme.

Melalui aksi ini, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran kolektif bahwa merawat alam adalah bagian dari dakwah dan perjuangan kemanusiaan. Dari Randuboto, akar-akar harapan itu kini mulai tumbuh menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)

Kontributor: Luthfi Dyah Radintari

Author