Girimu.com – Jarum jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam, suasana di pos satu area kegiatan Kemah Akhir Pekan (Kemahiran) SMP Muhammadiyah 1 Gresik pada Jum’at malam (29/8/2025) sangat gelap namun terlihat meriah dan ramai oleh tawa, celoteh, dan teriakan semangat terdengar riuh dari 108 siswa kelas VII yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pemandangan puluhan siswa yang sibuk berkolaborasi merangkai tongkat dan tali menjadi berbagai bentuk bangunan sederhana menjadi pusat perhatian. Kegiatan ini bukan sekadar permainan, melainkan sesi merangkai pionering, sebuah praktik penting dalam kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang menguji kekompakan dan kreativitas.
Tujuan utama dari sesi di pos satu ini adalah melatih siswa dalam keterampilan pionering, yaitu seni membuat bangunan dari tongkat dan tali. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang efektif untuk melatih kerja sama tim, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Setiap regu yang terdiri dari 7-10 siswa diberikan tantangan untuk membangun sebuah miniatur menara kaki tiga hanya dengan berbekal beberapa tongkat bambu dan tali HW, mereka harus berdiskusi, merancang strategi, dan saling membantu untuk menyelesaikan tugas.
Kepada kontributor girimu.com, Pembina pos satu, Evi Octavia, menceritakan situasi di lokasi kegiatan, Ia mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme para siswa.
“Mereka sangat semangat. Awalnya memang ada beberapa regu yang kesulitan, terutama dalam mengikat simpul yang benar. Tapi, dengan bimbingan dan kerja sama tim, mereka akhirnya bisa. Proses ini sangat penting, karena mengajarkan mereka bahwa setiap anggota tim memiliki peran yang sama pentingnya. Satu simpul yang salah bisa membuat bangunan runtuh, sama seperti kerja sama tim yang tidak solid,” jelasnya.
Tidak jarang, para siswa mengalami kesulitan. Ada yang salah mengikat simpul, ada yang kesulitan menyeimbangkan struktur, dan ada pula yang salah memahami instruksi. Namun, momen-momen inilah yang justru menjadi pembelajaran berharga. Mereka belajar untuk tidak mudah menyerah, saling mengingatkan, dan mencari solusi bersama. Interaksi semacam ini memperkuat rasa persaudaraan dan gotong royong di antara mereka.
Penilaian tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses kerja sama, kreativitas, dan kekompakan tim. Kemeriahan di pos satu ini menjadi salah satu highlight dari kegiatan Kemahiran SMP Muhammadiyah 1 Gresik. Melalui merangkai pionering, siswa kelas VII tidak hanya belajar keterampilan HW, tetapi juga mendapatkan pengalaman tak terlupakan tentang pentingnya kerja sama tim dan kegigihan dalam menghadapi tantangan. (*)