GIRIMU.COM — Sebanyak 34 siswa KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, mengikuti kegiatan praktik Salat Idulfitri pada Senin (2/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Pondok Ulul Albab Muhammadiyah Mojopetung dengan suasana penuh khidmat dan keceriaan.
Sejak pukul 07.00, anak-anak telah hadir mengenakan busana muslim dan muslimah, membawa perlengkapan salat masing-masing, didampingi oleh ibu guru. Kegiatan praktik ini bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan sallat Idulfitri kepada anak sejak usia dini. Melalui pembelajaran langsung, anak-anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mempraktikkan gerakan dan bacaan secara bersama-sama. Pembiasaan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah.
Bertindak sebagai imam dan khatib dalam kegiatan tersebut adalah Ustadz Umam Azizi, guru MI Islamiyah Mojopetung. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan penjelasan sederhana tentang makna puasa Ramadan hingga pelaksanaan salat Idulfitri. Ustadz Umam menjelaskan, bahwa puasa mengajarkan kesabaran, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga menekankan, bahwa Idul Fitri adalah momen kembali suci dan saling memaafkan.
Sebelum pelaksanaan salat, anak-anak diajak mengumandangkan takbir bersama-sama. Dengan penuh semangat mereka melafalkan kalimat takbir yang dipandu oleh ustadz dan ibu guru. Suara takbir menggema di halaman pondok, menghadirkan suasana haru sekaligus membanggakan. Wajah-wajah polos mereka tampak ceria dan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar. Anak-anak berbaris rapi, mengikuti setiap gerakan imam mulai dari takbiratul ihram hingga salam. Meski masih dalam tahap belajar, mereka berusaha khusyuk dan disiplin. Ibu guru dengan sabar membimbing serta membetulkan gerakan yang masih kurang tepat.
Menariknya, dalam kegiatan ini anak-anak juga membawa uang infak dari rumah. Uang infak tersebut dimasukkan ke dalam kotak amal yang telah disiapkan panitia. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama sejak usia dini. Pembiasaan berinfaq menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kedermawanan dan rasa empati.
Kegiatan praktik salat Idulfitri ini tidak hanya melatih tata cara ibadah, tetapi juga membentuk karakter religius, disiplin, dan gemar berbagi. Dengan pengalaman langsung seperti ini, diharapkan anak-anak semakin memahami makna ibadah secara menyenangkan dan bermakna
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta saling bersalaman antara siswa dan guru, menambah suasana hangat penuh kebersamaan. Semangat dan keceriaan yang terpancar dari anak-anak KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung menjadi harapan lahirnya generasi yang shalih dan shalihah, cinta ibadah, serta berakhlak mulia sejak usia dini. (*)







