Sabet Juara 1 Kostum Terbaik, Babinsa Tari SD Mudri Unjuk Prestasi di Ajang ‘SINARA’ SMAN 1 Kedamean

banner 468x60

GIRIMU.COM — Bakat Binaan Siswa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Babinsa merupakan wadah bagi siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik untuk menyalurkan bakat serta potensi non-akademik. Babinsa Tari merupakan salah satu kegiatan yang sangat diminati para siswi SD Mudri.

Tim Babinsa Tari juga sangat aktif menampilkan hasil latihannya dari panggung ke panggung, bahkan tak jarang juga mengikuti lomba setiap tahunnya. Seperti pada awal tahun 2026 ini, mereka unjuk gigi tampil di ajang Lomba Seni Tari Tradisional bertajuk “SINARA” yang diadakan oleh SMAN 1 Kedamean bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik, pada Selasa (6/1/2026).

Kali ini Tim Babinsa Tari SD Mudri mengirimkan 5 siswa yang mewakili sekolah. Kelimanya:  Aisyah Nahda Putri Desvira, siswa kelas 3 Umar bin Khattab; Anindya Jamilah Hariyono, kelas 4 Abu Bakar, Clarissa Julietta Yurizki,mkelas 4 Abu Bakar, Skye Jeshanum Rusmanugraha, kelas 4 Abu Bakar; dan Wafa Alisa Hidayah, kelas 4 Abu Bakar. Kelima siswa tersebut membawakan Tari Boran.

Tari boran merupakan tarian tradisional yang berasal dari Lamongan, yang menggambarkan perjuangan para penjual nasi boran saat menjajakan dagangannya. Dengan mengenakan kostum berwarna hijau tua dan kuning keemasan, mereka menampilkan tarian dengan semangat pantang menyerah, layaknya para pedagang nasi boran yang sedang mencari rezeki. Wakul yang dibawa tak hanya sekadar properti, tetapi untuk merepresentasikan kelekatan para penjual nasi boran dengan dagangannya.

Selama 4 minggu kelima siswa tersebut berlatih agar dapat menampilkan tarian secara maksimal. Mereka juga menghabiskan masa libur sekolah dengan tetap berlatih di sekolah. Meski begitu, mereka tetap merasa senang karena dapat melakukannya bersama-sama. Canda dan tawa juga selalu hadir pada setiap pertemuan yang ada. Sehingga latihan selalu tak terasa membebankan bagi mereka.

Satu per satu nomor urut para peserta dipanggil oleh panitia. Hingga tibalah panggilan kepada nomor urut 21 milik Tim Babinsa Tari SD Mudri. Kelima siswa yang di kepalanya telah terpasang properti sepasang bunga kuning dan sanggul itu dengan mantap menapaki tangga menuju panggung. Alunan musik yang mengiringi membuat seluruh tubuh mereka bergerak.

“Sebelum naik panggung perasaanku degdegan, grogi. Tapi pas sudah di atas panggung mulai santai meskipun dilihat banyak orang,” tutur Aisyah Nahda saat diwawancarai.

Ia juga menuturkan merasa senang bisa ikut lomba tersebut, karena dapat bertemu teman-teman baru yang memiliki minat yang sama dengan dirinya.

Jika keempat siswa lainnya sudah pernah mengikuti ajang lomba serupa, lain halnya dengan Skye Jeshanum Rusmanugraha yang akrab dipanggil Skye. Ini kali pertama dirinya mengikuti lomba tari.

“Awalnya aku merasa takut, dan nggak percaya diri, tetapi meskipun begitu tetap merasa bangga karena bisa mewakili sekolah dalam lomba ini. Senang dan bangga juga bisa tampil bersama teman-teman,” katanya.

Meskipun pada penampilannya terdapat kendala, seperti adanya hiasan kepala yang sempat jatuh dan musik yang sempat tidak terdengar, tetapi kelima siswa Tim Babinsa Tari SD Mudri tetap dapat menyelesaikan tarian dengan tuntas dan memukau para penonton.

Karena penampilannya dalam balutan kostum Tari Boran yang memukau itulah, Tim Babinsa Tari SD Mudri mampu menyabet Juara 1 kategori kostum terbaik, tingkat SD/MI se-Kabupaten Gresik, mengalahkan puluhan tim yang juga tampil pada event tersebut.

Depriana Dwiningrum, SPd, Pelatih Babinsa Tari SD Mudri memberikan apresiasi kepada siswa setelah lomba.

“Harapannya, anak-anak bisa mendapat pengalaman dari lomba hari ini agar ke depannya bisa menjadi lebih baik. Semoga siswa lain juga bisa mendapat kesempatan yang sama,” ungkapnya.

Diharapkan, kemenangan itu dapat memacu semangat para siswa SD Mudri dalam meraih prestasi dan penghargaan di kesempatan mendatang. (*)

Kontributor: Melan Damayanti

Author