Jumat pagi itu, 9 Januari 2026, halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (Muwri) Gresik tampak lebih sibuk dari biasanya. Tak ada hanya buku dan pensil di tangan para siswa, melainkan sekop kecil dan bibit tanaman. Sekolah yang baru saja menyabet predikat Adiwiyata Mandiri ini sedang merayakan Hari Satu Juta Pohon dengan cara yang paling purba: menyentuh tanah dan menanam kehidupan.
Bekerja sama dengan PT Arwana Citra Mulia Tbk, hajatan hijau ini bukan sekadar seremoni musiman. Bagi SD Muwri, ini adalah pembuktian atas konsistensi mereka setelah menerima penghargaan tertinggi lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, November lalu.
Penanggung Jawab Program Adiwiyata SD Muwri, Khoirun Nisak, menegaskan bahwa predikat “Mandiri” yang mereka sandang adalah sebuah beban moral yang harus dihidupi. Ia tak ingin piala tersebut hanya menjadi pajangan di lemari kantor.
“Penghargaan Adiwiyata Mandiri ini bukanlah akhir, tetapi justru menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar. Program Adiwiyata di sekolah kita harus terus kita jaga dan dilaksanakan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan atau habit dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Khoirun Nisak di sela-sela kegiatan.
Senada dengan itu, Indah Wahyuni dari PT Arwana Citra Mulia Tbk memberikan apresiasinya. Baginya, kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk lingkungan dan pendidikan karakter. Ia berharap dampak hijau ini bisa meluap hingga ke masyarakat di luar pagar sekolah.
Keriuhan berpindah ke taman belajar di samping sekolah. Di sana, para siswa bahu-membahu menanam pohon beringin, Afrika, hingga tanaman Adam Eva dan bunga matahari. Tak ada rasa jijik pada tanah; yang ada justru gelak tawa saat jemari mereka memadatkan media tanam.
Aksi ini menegaskan satu hal, di Wringinanom, pendidikan lingkungan tidak diajarkan di atas kertas, melainkan melalui keringat dan kepedulian yang ditanam dalam-dalam ke dalam bumi.
SD Muwri Gresik: Menanam Karakter di Hari Sejuta Pohon
Kontributor: Mufidatul Latifah













