Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik baru-baru ini menggelar seminar bertajuk “Seni membaca tumbuh kembang anak dan langkah cerdas cegah stunting”. Kegiatan yang dimulai Ahad (5/7/2026) pukul 08.10 WIB ini berlangsung di Aula Lantai 2 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, Jalan Raya Pancawarna 11C AU 18–19, Kota Baru Driyorejo, Gresik, bertujuan membekali orang tua mengenali setiap tahapan tumbuh kembang anak sejak usia dini, sebuah langkah krusial dalam menghadang stunting.
Narasumber Ria Tri Wulandari, dalam paparannya, menekankan betapa pentingnya orang tua jeli membaca sinyal tubuh anak. Menurutnya, kemampuan ini menjadi gerbang awal mencegah keterlambatan perkembangan yang fatal bagi kualitas hidup si kecil di masa depan.
“Orang tua tidak hanya memperhatikan pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan motorik, kemampuan berbicara, interaksi sosial, hingga respons anak terhadap lingkungan,” jelas Ria di hadapan 60 peserta seminar. “Apabila ditemukan tanda-tanda yang tidak sesuai dengan tahapan usianya, segera lakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.”
Ia menambahkan, deteksi dini adalah kunci intervensi yang berhasil. Semakin cepat hambatan perkembangan terendus, semakin besar pula peluang anak untuk memperoleh stimulasi dan terapi yang sesuai, agar tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal.
Seminar berjalan apik dengan Alfionita Kusumawardhani sebagai pembawa acara, ditemani Yunda Maftuchatus Saidah yang bertindak sebagai moderator.
Ketua PDNA Gresik, Yunda Fatma Hajar Islamiyah, yang pada kesempatan itu diwakili oleh Sekretaris PDNA Gresik, Yunda Risma Wahyuni, mengatakan bahwa seminar ini adalah bagian dari komitmen organisasi. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan wawasan kesehatan keluarga melalui kegiatan Turun ke Bawah (Turba) di setiap cabang.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga mampu meningkatkan kepedulian para kader dan orang tua terhadap pentingnya memantau tumbuh kembang anak,” ujar Risma. “Kader Nasyiatul Aisyiyah diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.”
Interaksi hidup mewarnai sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta, yang hadir dari kader Nasyiatul Aisyiyah di PCNA Driyorejo, Wringinanom, Balongpanggang, Menganti, Benjeng, dan Cerme, serta Pimpinan Cabang Aisyiyah Driyorejo, begitu antusias.
Mereka tak segan berkonsultasi mengenai aneka persoalan tumbuh kembang anak, mulai dari keterlambatan bicara, pola makan, hingga stimulasi yang paling pas sesuai usia.
Laily Dwi Qonita Sari, ketua PCNA Driyorejo, mengaku senang daerahnya menjadi tuan rumah Turba PDNA untuk wilayah kerja selatan. “Semoga informasi dari seminar ini bisa bermanfaat dan berkah serta bisa menjalin silaturahmi antar peserta dan warga NA khususnya,” ucapnya.
Lebih lanjut dalam paparannya, Ria Tri Wulandari pada sesi kedua seminar juga mengenalkan adanya Tes Denver. “Tes Denver adalah metode skrining yang digunakan untuk mendeteksi dini masalah perkembangan anak usia 0 hingga 6 tahun. Tes ini bukanlah tes IQ melainkan alat untuk memastikan apakah perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya,” tuturnya.
Lewat kegiatan Turba ini, PDNA Gresik bersama PCNA Driyorejo berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak. Dengan sinergi antara orang tua, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat, diharapkan setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, dan mencapai potensi terbaiknya.
