Serahkan Rapor Tanpa Serimoni, MTs Muhammadiyah 7 Pantenan Inginkan Komunikasi Intens dengan Wali Murid

Berita Sekolah11 Dilihat
banner 468x60

GIRIMU.COM — Suasana pagi di lingkungan MTs Muhammadiyah 7 Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (18/12/2025), Nampak lebih ramai dari biasanya. Meski hujan rintik-rintik membasahi sejak pagi, langkah para wali murid tetap mantap memasuki halaman madrasah. Mereka datang untuk satu tujuan penting: menerima rapor hasil belajar putra-putrinya setelah menuntaskan satu semester pembelajaran semester ganjil.

Pembagian rapor ini menjadi momentum refleksi perjalanan akademik siswa selama enam bulan terakhir. Tidak sekadar memuat deretan angka, rapor menjadi cermin perkembangan pengetahuan, sikap, kedisiplinan, hingga keaktivan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Melalui rapor, orang tua dapat mengetahui capaian yang telah diraih sekaligus aspek yang masih perlu diperbaiki.

Sejak pagi, wali murid terlihat berdatangan ke ruang-ruang kelas MTs Muhammadiyah 7 Pantenan yang biasa disebut MATSAMUTU. Suasana hangat terasa di tengah cuaca yang dingin. Percakapan ringan antara wali murid dan guru pun mengalir, menandai eratnya hubungan emosional antara madrasah dan orang tua.

Pembagian rapor dilaksanakan secara tertib di masing-masing kelas tanpa seremoni. Konsep ini dipilih agar komunikasi antara wali kelas dan wali murid dapat berlangsung lebih intens dan personal. Wali murid langsung bertemu wali kelas untuk menerima penjelasan detail terkait perkembangan anak.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Aminatun Ninsih, menjelaskan, bahwa pembagian rapor dilakukan satu kali dalam setiap semester, sesuai dengan sistem pendidikan nasional. Menurutnya, jeda waktu satu semester memberikan ruang yang cukup bagi guru untuk melakukan penilaian secara menyeluruh.

“Dengan sistem ini, guru dapat menilai kemampuan siswa secara komprehensif, tidak hanya dari hasil ujian, tetapi juga dari proses, sikap, dan kedisiplinan. Sementara bagi siswa, ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi di semester berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rapor memiliki fungsi strategis sebagai alat komunikasi antara madrasah dan orang tua. “Rapor memberikan informasi tentang prestasi akademik, kemajuan belajar, sekaligus menjadi pemicu motivasi agar siswa terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri,” katanya.

Tak hanya pembagian rapor, madrasah juga memberikan penghargaan kepada para siswa yang meraih prestasi menonjol. Penghargaan tersebut diberikan kepada siswa dengan nilai akademik tinggi, tingkat kehadiran dan kedisiplinan yang baik, partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, serta perilaku yang santun dan bertanggung jawab. Apresiasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus menjadi teladan bagi siswa lainnya.

Di ruang-ruang kelas, diskusi antara wali murid dan wali kelas berlangsung cukup intens. Banyak wali murid yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya dan berkonsultasi. Salah satu wali kelas, Yuni Walidah, menyebut momen pembagian rapor menjadi ajang evaluasi bersama.

“Banyak wali murid yang menanyakan perkembangan anaknya, mulai dari akademik hingga sikap di sekolah. Ada juga yang menyampaikan kendala belajar anak di rumah,” ungkapnya.

Ia pun mengajak orang tua untuk terus bersinergi dengan pihak madrasah. Menurutnya, pendidikan yang baik hanya bisa terwujud melalui kerja sama yang erat. “Anak-anak membutuhkan pendampingan bersama. Di rumah menjadi tanggung jawab orang tua, sedangkan di sekolah menjadi tanggung jawab kami sebagai pendidik. Jika keduanya sejalan, hasilnya akan lebih maksimal,” imbuhnya.

Kepala Madrasah, Muhammad Tauhid, menegaskan, bahwa konsep pembagian rapor tanpa seremoni sengaja diterapkan agar penyampaian informasi lebih efektif.

“Wali kelas adalah pihak yang paling memahami perkembangan siswa. Dengan pertemuan langsung seperti ini, wali kelas dapat menyampaikan kondisi anak secara lebih detail dan objektif kepada wali murid,” jelasnya.

Ia juga berharap, melalui pola komunikasi yang intens tersebut, siswa dapat terus mendapatkan bimbingan yang optimal. “Wali kelas merupakan pionir dan orang tua pertama siswa di sekolah. Kami berharap siswa selalu terbimbing, terarah, dan mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Hingga siang hari, kegiatan pembagian rapor berlangsung dengan tenang dan khidmat. Wali murid nampak menyimak setiap penjelasan dengan serius, sementara guru melayani dengan penuh kesabaran. Hujan yang turun sejak pagi seakan menjadi saksi komitmen bersama dalam dunia pendidikan.

Momentum pembagian rapor ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas akademik semata, tetapi juga sarana mempererat sinergi antara madrasah, guru, wali murid, dan peserta didik. Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang kuat, MTs Muhammadiyah 7 Pantenan optimistis dapat terus mencetak generasi pelajar yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia. (*)

Kontributor: M. Daus Kholis A.F.

Author