Sholat Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Hadiah: Kemeriahan Peringatan Isra Mi’raj di SD Al Islam Cerme

banner 468x60

GIRIMU.COM — Suasana aula SD Al Islam Cerme, Gresik, nampak berbeda pada Kamis pagi (15/1/2026. Seluruh siswa berkumpul dengan antusias untuk memperingati peristiwa besar Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat ibadah sholat. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh Emqi Raihan. Dengan suara yang menyentuh hati, Emqi melantunkan Surat Al-Muzzammil ayat 1-10, membawa suasana aula menjadi tenang dan penuh kekhusyukan.

Kepala SD Al Islam Cerme, Cicik Indrawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya memaknai tanggal 27 Rajab sebagai momen turunnya perintah sholat lima waktu. Ia berpesan agar para siswa tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi menjadikan sholat sebagai sandaran hati.

“Ketika kita menjalani sholat, hati akan tenang. Jangan sampai ada yang meninggalkan sholat lima waktu. Jadikanlah sholat itu kebutuhan kita, bukan sekadar menjalankan kewajiban saja,” tegas Cicik di hadapan ratusan siswa.

Puncak acara yang dinanti-nanti adalah tausiyah atau mauidhotul hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Wafiqul Mizan, SPdI. Dengan gaya penyampaian yang ringan, interaktif, dan penuh candaan, Ustadz Wafiq berhasil menghidupkan suasana.

Ia mengawali dengan mengajak siswa bersyukur atas nikmat nafas, yang dijawab dengan riuh serempak oleh para siswa. Ustadz Wafiq menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok superhero sejati. Ia lalu menceritakan perjalanan Isra’ (Mekkah ke Palestina) dan Mi’raj (bumi ke sidratul muntaha) menggunakan kendaraan buraq sebagai hadiah dari Allah saat Nabi sedang bersedih.

Ustadz Wafiq menjelaskan, bahwa sholat adalah “oleh-oleh” spesial yang awalnya berjumlah 50 hingga menjadi 5 waktu. Agar menjadi super kids, Ustadz Wafiq membagikan tips 5M dalam sholat. Kelimanya adalah:
* Menyadari: Adzan adalah “panggilan sayang” atau ringtone dari Allah, karena Allah rindu pada hamba-Nya.
* Mempersiapkan: Berwudhu adalah skincare alami yang membuat wajah bersinar di akhirat.
* Melaksanakan: Waktunya mengobrol dengan Allah. Takbir berarti membuang masalah, dan sujud adalah posisi terdekat dengan Sang Pencipta.
* Menikmati: Shalat harus tenang (tuma’ninah), jangan seperti ayam mematok makanan. Shalat adalah obat anti-sedih dan anti-takut.
* Mempertahankan: Shalat jangan sampai bolong agar menjadi cahaya di akhirat.

Keseruan semakin memuncak saat sesi tanya jawab. Ustadz Wafiq memberikan tantangan kepada siswa mengenai materi yang disampaikan. Aqila dan Damar berhasil menjawab dengan tepat, bahwa setelah sholat hati menjadi lebih tenang.

Begitu pula Xacuile dan Ihbram yang mampu menjelaskan urutan waktu sholat serta contoh pelaksanaan shalat tepat waktu. Sebagai bentuk apresiasi, mereka mendapatkan hadiah permen  yang diterima dengan wajah sumringah.

“Barangsiapa yang menjaga sholatnya, maka sholat itu akan menjadi cahaya baginya. Ayo, mulai hari ini kita perbaiki sholat kita dan jangan jadikan sholat sebagai beban,” tutup Ustadz Wafiq di akhir kajian. (*)

Penulis: Mardiyana Zulifah

Author