Simulasi Salat Idulfitri 1447 H Digelar, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Sampaikan Pesan Sedekah dalam Khutbah

Reporter: Elisyah Susanty

banner 468x60

GIRIMU.COM — Suasana religius dan penuh khidmat nampak di halaman SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik, saat ratusan siswa mengikuti kegiatan simulasi salat Idulfitri 1447 Hijriyah pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah agar siswa memahami secara langsung tata cara pelaksanaan salat Idulfitri yang biasanya dilaksanakan di lapangan atau tempat terbuka.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 06.30 WIB ini dihadiri oleh ratusan siswa SD Mudri dari kelas 1 hingga kelas 6. Para siswa telah berkumpul dengan mengenakan pakaian Muslim dan Muslimah bernuansa putih lengkap dengan membawa perlengkapan salat. Mereka berbaris rapi mengikuti arahan guru dan petugas yang memandu jalannya simulasi. Berlangsung di halaman sekolah beralaskan tikar dan terpal, barisan (shaf) berjajar dari ujung ke ujung.

Dalam simulasi tersebut, siswa kelas 6 diberi kesempatan untuk berperan sebagai imam, yaitu Adam Syatir Ali dari kelas 6 Umar Bin Khattab. Sedangkan perwakilan dari kelas 6 Abu Bakar Ash Shiddiq, yakni Muhammad Haidar Rafa bertugas untuk menyampaikan khutbah selepas salat Idulfitri. Hal ini dilakukan agar siswa dapat belajar secara langsung tentang peran-peran penting dalam pelaksanaan salat Idul Fitri.

Tepat pukul 07.00 WIB pelaksanaan salat pun dimulai dan kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri yang disampaikan dengan tema sedekah. Dalam khutbah tersebut disampaikan pesan penting tentang sedekah yang merupakan amalan yang memberikan berkah serta makna Idulfitri sebagai momentum kembali kepada kesucian setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Mari kita merenungkan firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 261: Perumpamaan orang–orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebatang benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap–tiap tangkai ada seratus biji,” ucap Haidar saat menyampaikan khutbah.

Muhammad Fadli Hermanto, SAg, selaku penanggung jawab kegiatan simulasi salat Idulfitri kali ini menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan bersedekah sejak usia dini.

“Siswa diajak memahami, bahwa sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang dapat membantu sesama serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial,” tuturnya.

“Kita diajarkan untuk saling berbagi kepada sesama. Sedekah tidak harus menunggu dewasa atau memiliki banyak harta, tetapi bisa dimulai dari hal kecil dan dilakukan dengan ikhlas,” pesan yang disampaikan Haidar dalam khutbah tersebut.

Kepala SD Mudri, Debbie Chintya Rose, SPd menyampaikan, bahwa kegiatan simulasi ini merupakan salah satu program pembelajaran karakter yang rutin dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori tentang ibadah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mempraktikkan tata cara pelaksanaannya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai keislaman serta membentuk karakter religius pada diri siswa sejak dini.

Kegiatan simulasi salat Idulfitri 1447 H tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami makna ibadah, pentingnya berbagi kepada sesama, serta mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

Editor