GIRIMU.COM — Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) sesi sore untuk siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik berlangsung pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang bertempat di Hall Andalusia dan Masjid At-Taqwa Spemdalas ini, menjadi salah satu rangkaian penutup kegiatan Ramadan di sekolah yang diikuti oleh 263 siswa kelas VIII.
Kegiatan dimulai sejak pukul 14.30 WIB dengan kedatangan siswa sekaligus pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di booth yang disediakan panitia. Setelah itu, siswa menuju kelas masing-masing untuk melakukan pengecekan pembiasaan Ramadan, serta penyetoran infak harian bersama wali kelas. Memasuki waktu Ashar, para siswa berkumpul di Hall Andalusia untuk melaksanakan salat Ashar berjamaah yang dilanjutkan dengan tadarus hafalan Al-Quran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan agar siswa semakin dekat dengan Al-Quran selama bulan suci Ramadan.
Pada sesi materi utama, siswa mengikuti kajian Sirah Nabawiyah yang disampaikan oleh Fairuz Arsya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Ia aktif dalam berbagai organisasi kader Muhammadiyah, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Dalam pemaparannya, Fairuz mengajak para siswa memahami keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadan dengan penuh kesungguhan dalam ibadah, memperbanyak membaca Al-Quran, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Koordinator pembiasaan siswa dari tim Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) sekaligus PIC kegiatan, Lely Badriyah, SPd, menjelaskan, bahwa materi Sirah Nabawi memiliki urgensi penting dalam pembinaan karakter siswa.
“Materi Sirah Nabawi diberikan kepada siswa agar anak-anak dapat mengetahui dan meneladani sifat-sifat Nabi. Dengan demikian iman mereka semakin kuat dan tumbuh rasa cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan PKDA sore berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh panitia.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dari awal sampai akhir sesuai rundown,” tambahnya.
Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan agar pelaksanaan kegiatan ke depan dapat berlangsung lebih tertib dan kondusif, terutama dalam hal kedisiplinan kehadiran peserta.
“Semoga kegiatan ke depan anak-anak bisa lebih disiplin hadir, tertib dan kondusif,” harapnya.
Setelah sesi kajian, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus One Day One Juz (Juz 30) sebelum siswa bersiap mengikuti rangkaian kegiatan berbuka puasa bersama. Para siswa kemudian melaksanakan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan makan bersama, serta salat Isyak dan Tarawih berjamaah di Masjid At-Taqwa Spemdalas.
Salah satu siswa kelas VIII Germanium, M. Fahmi Aubrey, mengungkapkan, bahwa kegiatan PKDA memberikan pengalaman ibadah yang berkesan bersama teman-teman dan guru.
“Suasana salat Tarawih di sekolah terasa sangat tenang dan khusyuk. Saya juga senang karena bisa beribadah bersama teman-teman dan guru, sehingga kebersamaan semakin terasa,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Felecia Claryce Abida, siswa dari kelas yang sama. Menurutnya, kegiatan PKDA menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dapat beribadah dan berbuka puasa bersama teman-teman.
“Seru sekali, bisa salat bersama teman-teman, simak-simakan saat membaca Al-Quran, dan makan bersama saat berbuka,” tuturnya.
Selain kegiatan di sekolah, sebagian siswa juga berkesempatan mengikuti kegiatan berbagi takjil di Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Melalui kegiatan PKDA ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan ke-Islaman, tetapi juga semakin memperkuat kebiasaan ibadah, menumbuhkan kebersamaan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (*)
