Siswa Spemutu Belajar P3K dengan Hasduk HW

banner 468x60

Suasana dingin Jumat malam (29/8/2025) tidak menyurutkan semangat 108 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Gresik dalam kegiatan Kemah Akhir Pekan (Kemahiran). Di pos dua, para siswa diuji keterampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) melalui simulasi pembidaian dengan memanfaatkan hasduk Hizbul Wathan (HW).

Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dasar P3K, khususnya dalam menangani patah tulang atau cedera anggota gerak. Selain itu, mereka juga dilatih untuk lebih peka, tenang, dan cepat berpikir saat menghadapi kondisi darurat.

“P3K bukan hanya tentang mengobati, tetapi tentang bagaimana kita bisa bertindak cepat dan tepat untuk mencegah kondisi korban semakin parah sebelum bantuan medis profesional tiba. Di sini, kami ingin mereka belajar bahwa dengan alat seadanya pun, seperti hasduk HW, kita bisa memberikan pertolongan,” ujar Tri Wahyuningsih, salah satu pembina kegiatan.

Di bawah penerangan lampu remang-remang di sekitar Klenteng Kim Hin Kiong Jalan Dr Setiabudi Gresik, setiap regu yang beranggotakan 7–10 siswa mendapat skenario sederhana, misalnya menangani anggota regu yang mengalami cedera kaki.

Meski awalnya tampak canggung, para siswa secara perlahan mulai memahami teknik membidai dengan benar berkat arahan pembina. Kekompakan tim diuji ketika mereka harus menopang “korban” dengan hati-hati agar bidai terpasang sempurna.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Selain keterampilan teknis, mereka juga menumbuhkan nilai kepedulian, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan. Malam itu, hasduk HW tak hanya menjadi simbol identitas kepanduan, melainkan juga lambang kesigapan siswa Spemutu dalam memberikan pertolongan pertama.

Author