GIRIMU.COM — Sebanyak 12 siswa terbaik dari SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik mengikuti ajang Jenius Science Olympiad (JSO) sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi akademik peserta didik, Sabtu (14/2/2026). Keikutsertaan mereka menjadi wujud nyata dukungan sekolah terhadap para siswa berprestasi untuk tampil dan bersaing di tingkat yang lebih luas.
Ke-12 siswa tersebut berasal dari berbagai jenjang kelas mulai kelas 1 hingga kelas 6. Dari kelas 1 Umar Bin Khattab ada Ameera Nadzaleya. Sedangkan di kelas Abu Bakar Ash Shiddiq 3 ada Maressa Hanum, Jibril Haykal, Hafidz Agam, Aisyah Widya, Mikhayla Fathiya. Perwakilan dari kelas Abu Bakar Ash Shiddiq 5 ada Ashvin Gozali Kido dan Sekar Ayu Kinanti, serta Hafizha Naila. Raka Bayu dan Muhamamd Dzaky Hafid Prasetya mewakili dari kelas Abu Bakar Ash Shiddiq 6.
Didampingi oleh Nidiana Cidra Puspita Sari, SPd selaku guru yang bertugas untuk mendampingi ke-12 peserta tersebut, Diana sapaan akrabnya, mengaku sangat senang bisa melihat anak–anak didiknya berlaga di ajang ini.
“Momen ini akan menjadi suatu pengalaman bermakna bagi anak–anak terutama untuk memupuk jiwa kompetisi,” ucapnya.
Teguh Abdillah, SPd, MPd, Kepala SD Mudri, menyampaikan, bahwa partisipasi dalam Jenius Science Olympiad bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter siswa agar percaya diri, disiplin, serta memiliki daya juang tinggi.
“Kami ingin anak–anak memiliki pengalaman berharga dalam berkompetisi secara sehat. Hasil memang penting, namun proses belajar dan mental juara jauh lebih utama,” ujarnya.
UPT SDN 23 Gresik yang menjadi tempat diselenggarakannya JSO berlokasi di Desa Kedanyang RT 01/RW 02, Kecamatan Kebomas, Gresik dipenuhi oleh berbagai peserta dari perwakilan sekolah se-kabupaten Gresik. Rombongan peserta dari SD Mudri yang mengenakan seragam sekolah berwarna kotak merah berangkat pukul 07.00 WIB.
Ajang Jenius Science Olympiad sendiri menjadi salah satu kompetisi sains yang menantang karena menguji kemampuan logika, analisis, serta pemahaman konsep secara mendalam. Materi yang diujikan memiliki tingkat kesulitan di atas rata-rata pembelajaran reguler di kelas.
Para siswa nampak antusias mengikuti setiap tahapan kompetisi. Dukungan penuh juga diberikan oleh orang tua yang turut berperan dalam mendampingi proses belajar anak di rumah. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi akademik.
Dengan keikutsertaan 12 siswa terbaik ini, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik berharap dapat menorehkan prestasi sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, sekolah ingin menanamkan semangat belajar sepanjang hayat kepada seluruh siswa agar terus berani bermimpi dan berusaha meraih cita – cita melalui kompetensi dan kerja keras. (*)
