Girimu.com –– SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bagi peserta didik melalui program Smamio Inspiring Memories yang diselenggarakan pada Ahad (14/6/2026) di Hotel Aston Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa, wali siswa, guru, serta tamu undangan yang bersama-sama mengikuti sesi inspiratif sebagai bekal menghadapi masa transisi menuju dunia perkuliahan dan kehidupan setelah sekolah.
Pada kesempatan ini, Smamio menghadirkan narasumber istimewa, Dina Septiani, BComm, MComn, PhD, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Riset dan Kemitraan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Ia merupakan akademisi dan praktisi komunikasi dengan pengalaman pendidikan internasional di Belanda dan Amerika Serikat.
Dalam sesi bertajuk Future Insight, ia membagikan perjalanan hidup yang penuh proses, keputusan berani, dan pembelajaran berharga. Melalui kisah pribadinya, Dina menceritakan bagaimana kegagalan pada tahap awal pendidikan tidak menjadi akhir perjalanan. Setelah menghadapi kenyataan tidak lolos pada pilihan pendidikan yang diharapkan, ia memilih jalur berbeda dengan bekerja sekaligus melanjutkan studi di Belanda melalui beasiswa, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan tinggi dan melanjutkan studi doktoral di Amerika Serikat. Perjalanan tersebut menjadi bukti, bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan lurus, tetapi dibentuk oleh keberanian mengambil keputusan dan konsistensi menjalani proses.
Dalam penyampaiannya, Dina mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan yang memiliki ritme dan tantangan berbeda dengan masa sekolah. Ia menekankan pentingnya motivasi diri, karena di dunia kampus mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, menyelesaikan tugas, dan membangun arah belajar.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya kemampuan komunikasi lintas generasi, keterampilan menyampaikan pendapat dengan baik, serta kemampuan membangun relasi positif di lingkungan baru. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh cara seseorang berinteraksi, belajar, dan terus berkembang.
Pesan lain yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah ajakan untuk tidak takut gagal. Para siswa diingatkan, bahwa setiap orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing. Yang terpenting adalah terus berikhtiar, memanfaatkan kesempatan, dan tetap percaya bahwa hasil terbaik akan datang melalui usaha dan doa.
Bagi siswa yang sedang menunggu masa perkuliahan, Dina juga mendorong untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang produktif seperti belajar bahasa asing, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperluas wawasan sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Tidak kalah penting, ia mengingatkan agar para siswa tetap menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua. Setiap pilihan yang diambil membutuhkan tanggung jawab dan komitmen untuk menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Penyampaian Dina ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh ilmu, pengalaman, serta nilai yang telah diperoleh selama masa sekolah dan nantinya di dunia perkuliahan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi masyarakat serta membawa keberkahan bagi masa depan para siswa. (*)







