GIRIMU.COM — Suasana sejuk dengan langit tersaputmendung seolah menjadi pengantar ketenangan bagi SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik saat menyelenggarakan Baitul Arqam Siswa Putra Kelas IX. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (23–24/1/2026) ini diikuti oleh 96 siswa putra kelas IX dengan penuh khidmat dan antusias.
Baitul Arqam dirancang sebagai ruang refleksi dan penguatan fondasi ibadah, khususnya sholat. Spemdalas menegaskan komitmennya, bahwa menjelang kelulusan, siswa tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga dikuatkan secara spiritual sebagai bekal menjalani fase kehidupan berikutnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan screening bacaan sholat dan zikir, meliputi doa iftitah, bacaan rukuk, sujud, i’tidal, duduk di antara dua sujud, tasyahud, sholawat, hingga doa setelah sholat yang dilakukan oleh pendamping dilantai 2 masjid Taqwa Spemdalas. Pendamping menyimak bacaan doa sholat dan zikir satu persatu. siswa dibimbing membaca dengan tartil dan benar, sekaligus diajak memahami maknanya, agar sholat tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan ibadah yang menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembiasaan zikir setelah sholat Ashar yang dilaksanakan di lantai 2 Masjid At-Taqwa Spemdalas. Suasana masjid yang tenang menjadi ruang pembelajaran spiritual, tempat siswa melatih ketertiban, kebersamaan, dan kekhusyukan dalam beribadah berjamaah.
Memasuki malam hari, selepas sholat Isya, Spemdalas menghadirkan Ustadz Aditama, SPdI, MPdI, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus guru SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik. Dalam materinya tentang memperbaiki kualitas ibadah, ia mengajak para siswa untuk menjadikan sholat sebagai kebutuhan jiwa. Sholat, menurutnya, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi sumber kekuatan yang membentuk karakter dan akhlak seorang muslim.
Oktarian Dwi Kirana, siswa kelas 9 Baghdad menuturkan, “ Sengaja ikut untuk mendapatkan ilmu dan materi kegiatan ini,” ujarnya.
“Selepas tadi screening bacaan sholat dan zikir yang salah dan membuat ibadah lebih khusyuk,” pungkasnya.
Menurut Rian, sholat sangat penting. “Sholat kewajiban kita umat muslim dan harus kita kerjakan dengan khusyuk,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustadzah Ain Nurwindasari, M.IRKH, Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba, menyampaikan, bahwa Baitul Arqam kelas IX putra dilaksanakan sebagai bentuk penguatan karakter keislaman siswa menjelang kelulusan.
“Sholat dipilih sebagai fokus utama karena merupakan ibadah pokok yang menjadi tolok ukur kualitas keislaman seseorang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah memandang perlu adanya pemantapan bacaan dan ketertiban gerakan sholat agar siswa tidak hanya menjalankan sholat sebagai rutinitas, tetapi melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Melalui Baitul Arqam ini, Spemdalas ingin memastikan, bahwa bekal ibadah dasar siswa benar-benar kuat sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Ustadzah Ain pun berharap setelah mengikuti kegiatan ini, siswa kelas IX putra menunjukkan peningkatan kualitas ibadah, khususnya sholat yang lebih tertib, benar bacaannya, dan dilakukan dengan kesadaran penuh.
“Selain itu, diharapkan tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, serta keteladanan dalam beribadah, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Sholat diharapkan menjadi pengontrol akhlak dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Melalui Baitul Arqam ini, Spemdalas kembali menegaskan pesan, bahwa ilmu dan iman harus berjalan beriringan. Di tengah suasana mendung yang menenangkan, para siswa justru diajak menyalakan cahaya dalam diri, cahaya ibadah yang diharapkan menjadi bekal sepanjang hayat. (*)
Kontributor: M. Nur Qomari






