GIRIMU.COM — SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik menyelenggarakan Parenting dan Pembagian Rapor Semester Gasal pada Jumat (19/12/2025), bertempat di Masjid Taqwa Spemdalas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali murid kelas 7 dan menghadirkan Asnando Danu, motivator nasional, sebagai pemateri utama.
Mengusung tema “Komunikasi Efektif Atasi Konflik pada Remaja”, kegiatan parenting diawali dengan ice breaking yang mengajak orang tua untuk lebih rileks dan terbuka. Suasana hangat tersebut menjadi pengantar untuk memahami berbagai fenomena remaja di era sekarang.
Dalam pemaparannya, Asnando Danu menjelaskan, bahwa remaja masa kini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Ia menyebutkan, banyak remaja mudah mengalami stres, namun kesulitan mengungkapkan perasaannya. Selain itu, ketergantungan pada gawai, kurangnya rasa percaya diri, serta adanya jarak emosional dengan orang tua juga menjadi permasalahan yang sering ditemui.
“Remaja itu sebenarnya ingin didengar, bukan dihakimi. Sayangnya, yang sering terjadi justru sebaliknya,” ungkap Asnando Danu dalam sesi pemaparan materi.
Ia juga menyoroti tekanan yang dihadapi remaja, baik dari lingkungan sekolah maupun pergaulan. Menurutnya, tanpa komunikasi yang sehat, tekanan tersebut dapat berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan antara anak dan orang tua. Lebih lanjut, Asnando Danu membagikan tips 4B sebagai cara membangun komunikasi yang asik dan efektif dengan anak, yaitu berubah mulai dari diri kita sendiri, memberi pemahaman dan contoh, membangun kedekatan serta menciptakan kenangan indah, dan membantu anak dengan doa terbaik.
“Perubahan tidak harus dimulai dari anak, justru orang tualah yang perlu mengambil langkah pertama,” tegasnya seraya menambahkan, bahwa membangun kedekatan emosional jauh lebih penting daripada sekadar menuntut prestasi akademik.
Pada akhir sesi, Asnando Danu mengingatkan, bahwa doa orang tua memiliki kekuatan besar dalam mendampingi tumbuh kembang anak. “Ketika komunikasi terasa buntu, jangan lupa libatkan Allah dalam setiap ikhtiar kita melalui doa,” tuturnya.
Kegiatan parenting ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para wali murid dalam mendampingi putra-putrinya menghadapi masa remaja dengan lebih bijak, penuh empati, dan komunikasi yang efektif, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga. (*)
Kontributor: Dheni Iga Pratiwi
