Spemdalas Himpun 67 Syarikat Sapi dan 5 Kambing, Tebar Manfaat Kurban, Baksos ke Desa hingga Kawasan Bencana

Reporter: Mochammad Nor Qomari

Berita Sekolah1943 Dilihat

Girimu.com — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik dalam momentum Iduladha 1447 H. Melalui kerja sama dengan Lazismu Kantor Layanan GKB Gresik, Spemdalas berhasil menghimpun 67 syarikat sapi dan 5 kambing dari siswa, wali siswa, serta guru dan karyawan sekolah.

Program kurban tahunan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Amanah para sohibul kurban tersebut kemudian disalurkan ke berbagai titik yang membutuhkan.

Menurut Ustadzah Ain Nurwindasari, MIRKH, Wakil Kepala Sekolah bidang Ismuba, distribusi hewan kurban dialokasikan untuk beberapa lokasi. Dua sapi disalurkan untuk kegiatan bakti sosial di Masjid At-Taqwa Mengare, dua sapi disembelih di lingkungan sekolah, satu sapi dan empat kambing disalurkan melalui PCM, serta satu kambing untuk IPM Cerme. Sementara itu, sebagian lainnya disetorkan melalui Lazismu Jawa Timur untuk diolah menjadi daging kurban kalengan agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk daerah terpencil, korban bencana, serta masyarakat yang jarang menerima daging kurban.

“Melalui program kurban kalengan Muhammadiyah, manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan membutuhkan,” tutur Ustadzah Ain.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini dilakukan di dua lokasi, yakni di Masjid At-Taqwa Desa Mengare, Kecamatan Bungah, dan di lingkungan SMP Muhammadiyah 12 GKB pada Rabu (27/05/2026). Dari total 67 syarikat sapi, jumlah tersebut setara dengan sembilan ekor sapi ditambah empat syarikat, ditambah lima ekor kambing yang seluruhnya berasal dari partisipasi warga besar Spemdalas.

Menariknya, sistem distribusi kurban di Spemdalas tahun ini hampir berimbang antara daging segar dan kurban kalengan. Sebanyak 35 pekurban menerima jatah daging segar, sedangkan 32 pekurban lainnya menerima produk olahan daging kalengan. Adapun pekurban kambing memperoleh jatah daging segar berupa sampil.

Program kurban kalengan Muhammadiyah sendiri merupakan inovasi distribusi kurban yang bertujuan memperluas manfaat daging kurban agar lebih tahan lama dan tepat sasaran. Daging kurban diolah menjadi rendang atau produk kalengan, sehingga dapat didistribusikan hingga wilayah pelosok dan daerah terdampak bencana. Selain menjadi bentuk pembaruan dalam pengelolaan ibadah sosial, program ini juga menjadi simbol amanah bahwa hewan kurban telah diproses dan disalurkan secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ustadzah Ain berharap, semangat berbagi melalui kurban terus tumbuh di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Harapan kami, semoga pada tahun mendatang semakin banyak warga sekolah dan masyarakat yang berpartisipasi dalam ibadah kurban, sehingga syiar kepedulian, berbagi, dan dakwah kemanusiaan Muhammadiyah dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh pekurban yang telah mempercayakan ibadah kurbannya melalui Spemdalas.

“Kami segenap keluarga besar SMP Muhammadiyah 12 GKB mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh pekurban. Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kurban serta melimpahkan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga pekurban,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penyembelihan hewan kurban, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa. Dari proses berkurban, siswa belajar tentang keikhlasan, kepedulian sosial, gotong royong, dan pentingnya berbagi kepada sesama.

Di Spemdalas, Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang menanamkan nilai kemanusiaan dan menghadirkan manfaat yang terus meluas bagi masyarakat. (*)

 

Editor