Girimu.com — Lembah Giri akan menjadi saksi berkumpulnya para murid dan guru untuk menyatukan tekad menjaga bumi pada Rabu (15/7/2026) di SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas (Spemupat) Gresik. Spemupat menjadi tuan rumah Temu Kader Lingkungan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Batch-1, sebuah pertemuan yang mengalirkan semangat hijau ke seluruh penjuru Gresik.
“Acara ini lahir dari kesadaran, bahwa lingkungan hidup bukan hanya isu global, tetapi juga tanggung jawab lokal. Muhammadiyah Gresik ingin membumikan langkah nyata sesuai Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB pada tahun 2015,” ujar Hilmi Aziz, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik yang membidangi Majelis Lingkungan Hidup, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, ada tiga gerakan yang menjadi inti kegiatan:
– Zero Plastic: mengurangi plastik sekali pakai yang diam-diam meninggalkan jejak besar.
– Eco-Enzyme: mengolah sampah organik menjadi cairan ramah lingkungan.
– 7R: rethink, refuse, reduce, reuse, repair, recycle, recover.
Dikatakan, gerakan ini digagas oleh Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik, dengan dukungan Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik dan Majelis Dikdasmen PNF PCM Kebomas. Kolaborasi ini semakin kuat dengan hadirnya Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) dan RDEE (Relawan Dunia Eco Enzyme), dua komunitas yang telah lama berjuang di garis depan pelestarian lingkungan.
Sebanyak 14 sekolah/madrasah Muhammadiyah dari wilayah tengah Gresik (Kebomas, Gresik, Duduk Sampeyan, Manyar, GKB) mengirimkan sekitar 50 peserta. Mereka akan datang dengan seragam HW kebanggannya, sederhana, membawa semangat besar. Dari siswa SD hingga SMA sederajat, semua menyatu dalam satu barisan: menjadi kader lingkungan.
Adapun agenda acara ini:
1. Strategi Mengurangi Sampah dengan 7R – Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik.
2. Kampanye Zero Plastic – Ecoton.
3. Praktek Pembuatan Eco-Enzyme – RDEE.
4. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut di sekolah masing-masing.
Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik, M. Nor Qomari, menyampaikan, kegiatan Temu Kader Lingkungan ini untuk mengedukasi dan memantabkan kesiapan murid dan guru sebagai pendampingnya, untuk menjadi pelopor di sekolahnya menuju Sustainable School.
“Di balik angka peserta dan daftar kegiatan, ada cerita tentang anak-anak yang mulai belajar menolak plastik, guru yang sabar mendampingi praktIk eco-enzyme, dan sekolah yang bertekad mengurangi sampah. Dari langkah kecil di Lembah Giri, Muhammadiyah Gresik ingin menyalakan api besar: gerakan sekolah berkelanjutan yang memberi harapan bagi bumi,” ujanya. (*)




