Tak Bedakan KLL dan Daerah: Strategi Lazismu Gresik Perkuat Penghimpunan Kurban 1447 H

Reporter: Dyah Faridatun Nafi'ah Hasan

GIRIMU.COM — Dalam upaya memaksimalkan potensi dan menyebarkan manfaat secara luas, Lazismu Gresik menggelar sesi penguatan bagi peserta yang terdiri atas tim daerah dan tim KLL (Kantor Layanan Lazismu). Pertemuan ini diadakan di Graha Villa Umsida, Trawas, Mojokerto, Sabtu (11/4/2026).

Dewan Pengawas Lazismu Gresik, Agus Lukman Hidayat, SP, MHES, menegaskan, para peserta yang hdir adalah ujung tombak Lazismu Gresik. Agus mencoba untuk kembali mengingatkan tentang teori RTI sebagai kompas pergerakan ke depan.

Revitalisasi (R), yaitu menyegarkan kembali langkah-langkah manajemen dan target yang telah ditetapkan agar stretegi pencapaian kurban bisa terwujud. Kedua yaitu Transformasi (T), konsisten untuk melakukan perubahan dari kondisi yang baik menjadi lebih baik. Terakhir Inovasi (I), terus meningkatkan keterampilan berupa soft atau hard skill agar relavan dengan perkembangan zaman yang semakin tanpa batas.

“Bukan sekedar berjuang tanpa pengakuan. Profesi amil adalah profesi yang sudah terdaftar di UU Ketenagakerjaan. Ke,depannya semua amil di daerah akan disertifikasi secara bertahap untuk memastikan kapabilitas kita diakui oleh masyarakat,” ujar Agus.

Agus juga menyoroti masih banyak yang perlu disikapi secara luas untuk mengubah diri menjadi lebih baik. “Sampai angka mana penghimpunan ini selesai? Sebenarnya unlimited, tidak ada batas. Allah SWT itu tahu kita punya kemampuan. Tapi kita yang kadang merasa rendah,” pungkasnya.

Senada dengan penguatan dari Agus, materi kedua yang disampaikan oleh Ronny Megas Sukarno, SS, SM, MM, CRFM selaku Plt. Manajer Program Lazismu Jawa Tengah, menyoroti pentingnya sistem satu pintu dalam pengelolaan keuangan dan penghimpunan.

“Teman-teman daerah tidak akan bisa tanpa kantor layanan. Oleh karena itu, untuk mendukung gerakan bersama, konsep satu pintu harus berjalan,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman manajerial di berbagai wilayah yang dipimpin Ronny, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menuju keberhasilan Lazismu. Pertama adalah mendorong seluruh dana dikelola melalui sistem satu pintu ke daerah. Hal ini bertujuan sebagai bentuk transparansi dan memotivasi masyarakat dalam berzakat. Selanjutnya adalah mengurangi ego sektoral, menghilangkan batasan antara KLL yang satu dengan lainnya, atau KLL dengan daerah, serta saling mendukung satu sama lain.

Untuk meningkatkan penghimpunan, Ronny menyarakan agar Lazismu rutin menggelar pertemuan dengan takmir masjid, baik masjid Muhammadiyah maupun umum. Salah satu langkah konkretnya adalah mengadakan Safari Kurban pascakoordinasi dengan para takmir untuk memberikan edukasi dan motivasi ibadah kurban melalui Lazismu.

Ronny juga menyampaikan pesan sebagai penutup materinya, bahwa tidak ada bahasa pembeda antara kantor daerah dengan KLL. “Tidak ada lagi bahasa pembeda antara KLL dan kantor daerah ketika semangat, optimis, dan ta’awun ditambah. Ayo untuk KLL yang memiliki penghimpunan tinggi bisa membantu KLL yang memiliki penghimpunan kecil, agar mereka termotivasi. Jika konsep kebersamaan ini dipahami, maka kemajuan Lazismu akan menjadi bukti nyata dari kekuatan kita,” pungkasnya. (*)

Editor