Ada pepatah Tiongkok yang menyebut keindahan sebuah tarian tidak lahir dari satu gerakan yang sempurna, tetapi dari keselarasan setiap gerakan yang dilakukan bersama.
Nilai itulah yang tergambar dalam penampilan Tari Sanzhi Tiaowu yang dibawakan 12 siswi kelas 9 International Class Program (ICP) pada perayaan Milad ke-25 SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik di Lapangan Spemdalas, Sabtu (13/6/2026).
Sejak musik mengalun, para penari membuka kipas warna-warni secara serempak. Mereka membentuk pola gerak yang ritmis, lembut, dan teratur.
Gerakan para penari berpadu dengan formasi yang berganti secara dinamis. Penampilan itu menarik perhatian tamu undangan, guru, siswa, hingga orang tua yang hadir dalam perayaan seperempat abad Spemdalas.
Tari Sanzhi Tiaowu merupakan salah satu tarian kipas yang memadukan gerakan tangan, langkah kaki, dan penggunaan kipas sebagai properti utama. Dalam penampilannya, para penari membentuk sejumlah formasi yang berubah mengikuti iringan musik.
Penampilan tersebut dibawakan oleh 12 siswi kelas 9 ICP dari dua kelas, yakni 9 ICP 1 dan 9 ICP 2.
Dari kelas 9 ICP 1, penari yang tampil adalah Kafhaya Tsabita Ardana, Yolanda Jessline Indah Sugiarto, Vanadia Rizqina Zhafira, Wanodya Satya Ainiyyah, Aghneea Cetta Zayna, dan Putrie Ayra Athaya.
Sementara dari kelas 9 ICP 2, penari yang tampil adalah Meilanie Alma Putri Zahroni, Keza Bintang Aurellia, Faza Fatimah El Zahra, Aulia Rifqi Dwi Masayu, Asmawa Mulia Juang Gemilang, dan Qaleela Zia Qirana Zaviera Elanda.
Para penari mengenakan kostum bernuansa putih dan merah menyerupai kelopak bunga. Mereka memasuki area pertunjukan secara berkelompok sebelum memulai rangkaian gerakan yang telah disiapkan.
Setiap penari membawa kipas dan menggunakannya dalam pergantian formasi. Properti itu menjadi bagian penting dalam keseluruhan penampilan.
Para siswi mempersiapkan penampilan tersebut melalui beberapa kali latihan sebelum pelaksanaan milad. Mereka berlatih menyelaraskan gerakan, mengatur perpindahan posisi antar penari, dan menggunakan kipas sesuai alur musik.
Penampilan berlangsung selama beberapa menit. Para penari menampilkan rangkaian gerakan dan formasi yang terus berubah mengikuti iringan musik.
Pergantian pola lantai, ayunan kipas, dan keseragaman gerak antar penari menjadi bagian dari sajian yang tampil di hadapan warga sekolah, orang tua, dan tamu undangan yang memadati Lapangan Spemdalas.
Perayaan Milad ke-25 Spemdalas diikuti seluruh warga sekolah dan tamu undangan. Selain Tari Sanzhi Tiaowu, kegiatan juga menghadirkan berbagai penampilan siswa yang menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang seni, budaya, dan keterampilan.
PIC penampilan Tari Sanzhi Tiaowu, Umi Fadlilah, menjelaskan bahwa tarian tersebut dipilih karena mengandung makna keselarasan dalam kebersamaan.
“Makna yang ditampilkan dalam Tari Sanzhi Tiaowu adalah keselarasan gerak dan kebersamaan antar penari dalam membentuk satu kesatuan pertunjukan. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian Milad ke-25 Spemdalas yang menghadirkan berbagai karya dan kreativitas siswa,” ujarnya.
