GIRIMU.COM — SMA Muhammadiyah 7 Panceng kembali menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi pelajar untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan IPM di lingkungan sekolah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.
Musyran dilaksanakan di aula SMA Muhammadiyah 7 Panceng usai apel bersama yang diikuti seluruh siswa dan guru Perguruan Muhammadiyah Pantenan. Sejak pagi hari, suasana sekolah nampak berbeda. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan memadati area aula, menantikan jalannya musyawarah yang telah lama ditunggu, khususnya pada agenda utama pemilihan pengurus baru melalui mekanisme pemungutan suara.
Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan pelajar. Selain sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat ranting, Musyran juga menjadi ajang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Seluruh peserta diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi secara aktif dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Panceng, Irsyadul Ibad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat berorganisasi para pelajar. Ia menilai, keterlibatan siswa dalam IPM merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan. Menurutnya, organisasi tidak hanya mengajarkan kepemimpinan, tetapi juga membentuk karakter, tanggung jawab, serta kedewasaan berpikir.
“Tanpa keimanan, hidup ini tidak ada gunanya. Rasa syukur menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam berorganisasi. Musyran ini adalah titik awal untuk mengembangkan nilai-nilai Islam di kalangan pelajar. Saya bangga, meski masih SMA, kalian sudah mampu mengelola organisasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman berorganisasi di tingkat sekolah akan menjadi modal berharga ketika siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Hari ini mungkin terasa biasa saja. Namun, ketika nanti memasuki dunia perkuliahan dan berhadapan dengan organisasi seperti IMM, tantangan yang dihadapi akan jauh lebih besar. Di situlah pengalaman ini akan sangat terasa manfaatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Irsyadul Ibad berharap, kepengurusan IPM yang baru mampu membawa organisasi menjadi lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia mendorong pengurus terpilih agar tidak hanya melanjutkan program yang sudah ada, tetapi juga berani melakukan inovasi. “Musyran ini adalah awal perjalanan. Maka bawalah IPM ke arah yang lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Masroni, menekankan pentingnya kesinambungan program kerja antarperiode kepengurusan. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat pengurus baru, tetapi juga oleh kemampuan melanjutkan dan menyempurnakan program yang telah dirintis sebelumnya.
“Program-program yang belum sempat terealisasi pada periode sebelumnya sebaiknya disampaikan kepada pengurus baru. Dengan begitu, program kerja IPM dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang menghimpun pelajar, IPM memiliki peran strategis dalam membina kepemimpinan dan karakter generasi muda. Ketua IPM periode sebelumnya juga turut memberikan pesan motivasi kepada para peserta Musyran, khususnya kepada calon pengurus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
“Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjadi pengurus IPM. Maka, bagi yang terpilih, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Berorganisasi itu penuh pengalaman, tantangan, dan keseruan yang tidak akan kalian temukan di ruang kelas,” tuturnya.
Rangkaian Musyran dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi dari para calon kandidat ketua dan pengurus IPM. Setiap kandidat memaparkan gagasan serta rencana kerja yang akan dijadikan acuan dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Mayoritas visi dan misi yang disampaikan berfokus pada upaya memajukan IPM, meningkatkan kualitas kader, serta mengharumkan nama SMA Muhammadiyah 7 Panceng yang akrab disebut SMAM Seven.
Usai penyampaian visi dan misi, kegiatan dilanjutkan dengan proses pemilihan pengurus melalui sistem voting. Seluruh siswa dan guru terlibat secara langsung dalam proses pemilihan tersebut. Keterlibatan guru tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pemilih, menjadi simbol dukungan penuh terhadap keberlangsungan organisasi IPM di sekolah.
Proses pemungutan suara berlangsung tertib dan demokratis. Para siswa secara bergantian menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Panitia Musyran memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan tata tertib yang telah ditetapkan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Musyawarah Ranting IPM SMA Muhammadiyah 7 Panceng berjalan lancar, aman, dan kondusif. Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Musyran ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan IPM yang solid, berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak kegiatan pelajar yang berkarakter, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)
Kontributor: M. Daus Kholis A.F.
