Tingkatkan Kualitas Berita, Spemdalas Gelar Pelatihan Jurnalistik

GIRIMU.COM — SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) menggelar kegiatan Spemdalas Journalist Training dengan tema “Menulis Straight News yang Efektif”, Sabtu (7/2/2026) di ruang Kader Sang Pencerah. Pelatihan tersebut menghadirkan Suhartoko, Ketua Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, sebagai pemateri.

Kegiatan yang diikuti oleh para guru dan Tim Jurnalistik Sekolah ini sebagai upaya meningkatkan kualitas penulisan berita berbasis fakta, akurat, dan objektif. Dalam paparan materinya, Suhartoko menekankan, bahwa tugas utama jurnalis adalah menyajikan fakta-fakta penting atas suatu peristiwa tanpa opini atau interpretasi pribadi penulis. Menurutnya, berita langsung (straight news) sebagai salah satu produk jurnalistik, harus disampaikan secara cepat, singkat, dan tidak bertele-tele, agar informasi mudah dipahami oleh pembaca.

“Berita straight news wajib berpijak pada fakta, ditulis secara objektif, serta disusun dengan struktur yang jelas mulai dari judul, lead, tubuh berita, hingga penutup,” kata pengelola Girimu.com, laman resmi milik PDM Gresik ini.

Direktur dan Pemimpin Redaksi RadarJatim.id ini juga menjelaskan pentingnya struktur piramida terbalik secara acuan menulis straight news. Dengan pola tersebut, menempatkan informasi terpenting harus diposisikan di bagian awal berita, disusul detail pendukung, dan informasi tambahan yang diperlukan. Dengan demikian, kalau pembaca tidak sampai membaca hingga akhir nasah berita, pesan utuh berita tetap sampai pada pembaca.

“Jangan dibalik, misalnya informasi yang penting justru ditempatkan pada bagian bawah. Informasi paling penting harus ditempatkan di bagian awal berita, baru menyusul ke bagian bawah untuk informasi pendukungnya. Itulah hakikat struktur piramida terbaik, bagian atas memiliki porsi lebih penting dan lebih banyak, baru di bawahnya, hingga akhir naskah.

Suhartoko juga mengingatkan agar reporter atau jurnalis memegang prinsip faktual, aktual, akurat, serta menghindari kesalahan teknis dalam penulisan berita. Prinsip-prinsip itulah yang pada gilirannya akan menentukan kuatnya news value, sekaligus memastkan bagaimana kualitas berita dan penulisnya.

Salah satu peserta pelatihan, Dheni Iga Pratiwi, SPd, menyampaikan, bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tulisan jurnalistik ke depan. Pada gilirannya, informasi seputar Spemdalas bisa terakomodasi dan tersampaikan kepada publik (masyarakat) secara optimal. Menurutnya, tantangan terbesar dalam menulis straight news adalah pemilihan diksi yang tepat agar tidak menimbulkan ambiguitas bagi pembaca dalam menangkap pesan berita.

“Kami belajar menulis straight news yang efektif, berbasis fakta yang tetap aktual atau tidak basi, sehingga kualitas tulisan ke depannya bisa lebih baik dan tidak menimbulkan tafsir yang keliru,” ujarnya.

Di sesi terakhir pelatihan, seluruh peserta diwajibkan menulis berita cepat dengan tempo maksimal 10 menit. Naskah berita yang sudah rampung lalu dibahas dan analisis bersama untuk mengetahui di mana titip lemahnya, sekaligus dilakukan pembenahan atau perbaikannya. (*)

Kontributor: Ria Rizaniyah

Author