– Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat di halaman TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41 Menganti, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, pada Rabu (11/3/2026). Siswa kelas TK A dan TK B mengikuti kegiatan simulasi salat Idulfitri bersama sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan para siswa berkumpul di luar halaman sekolah. Dengan mengenakan mukena, peci, serta membawa sajadah masing-masing, anak-anak berjalan memasuki halaman sekolah sambil diiringi lantunan takbir yang dipandu para guru.
Suasana terasa meriah sekaligus khidmat ketika anak-anak melangkah bersama mengikuti takbir yang dikumandangkan. Setelah seluruh siswa berkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pelaksanaan salat Idulfitri secara berjamaah.
Para guru membimbing siswa mempraktikkan tata cara salat Id mulai dari niat, takbir, hingga gerakan salat secara berurutan.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut salah satu siswa kelas TK A, Arsya, dipercaya menjadi imam dalam simulasi salat Idulfitri. Pengalaman tersebut menjadi momen berharga bagi para siswa untuk belajar memimpin sekaligus memahami pelaksanaan ibadah secara langsung.
Seluruh siswa tampak mengikuti setiap gerakan dengan tertib dan penuh antusias.
Salah satu guru TK ABA 41 Menganti, Ida, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik agar anak-anak lebih mudah mengenal ibadah sejak dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak bagaimana tata cara salat Idulfitri. Dengan praktik langsung seperti ini, anak-anak lebih mudah memahami dan juga lebih bersemangat dalam belajar,” ujarnya.
Rasa penasaran anak-anak terhadap suasana Idulfitri juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang siswa bahkan sempat bertanya kepada gurunya mengenai tradisi takbiran.
“Bu, kapan kita takbiran keluar jalan raya?” tanya seorang siswa yang membuat suasana semakin hangat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat mengenal dan memahami pelaksanaan salat Idulfitri sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan agar nilai-nilai keagamaan dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.




